Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Unesa Gandeng Kampus Taiwan, Targetkan Mahasiswa Bisa Kuliah S3 AI hingga Riset Bersama
Advertisement . Scroll to see content

Bukan Sekadar Belajar di Kelas, 20 Siswa MAN Kota Kediri Ini Diajak Riset Nanoteknologi Langsung

Rabu, 09 September 2026 | 14:43 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Bukan Sekadar Belajar di Kelas, 20 Siswa MAN Kota Kediri Ini Diajak Riset Nanoteknologi Langsung
Sebanyak 20 siswa MAN 1 Kota Kediri belajar langsung riset nanoteknologi kesehatan di laboratorium IIK Bhakta melalui proyek nano ZIF-8 dan antibacterial coating. Foto iNewsSurabaya.id/ist

KEDIRI, iNewsSurabaya.id – Dunia riset nanoteknologi kesehatan mulai dikenalkan kepada siswa madrasah. Bukan sekadar melalui teori di ruang kelas, 20 siswa MAN 1 Kota Kediri mendapat kesempatan melihat langsung proses penelitian di lingkungan perguruan tinggi.

Kesempatan tersebut diberikan Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata Kediri (IIK Bhakta) melalui Program Hibah Titik Kumpul SEMESTA (Sinergi Kreasi Masyarakat dan Akademisi untuk Kemajuan Sains dan Teknologi Nusantara).

Sebanyak 20 siswa kelas X dan XI dilibatkan dalam pembelajaran berbasis pengalaman riset. Mereka diperkenalkan pada nanoteknologi kesehatan melalui proyek sintesis nano ZIF-8 yang kemudian diarahkan untuk pengembangan smart antibacterial coating.


Sebanyak 20 siswa MAN 1 Kota Kediri belajar langsung riset nanoteknologi kesehatan di laboratorium IIK Bhakta melalui proyek nano ZIF-8 dan antibacterial coating. Foto iNewsSurabaya.id/ist

Program tersebut tidak berhenti pada pengenalan konsep. Siswa juga diajak memahami bagaimana sebuah penelitian dikembangkan menjadi prototipe yang berpotensi diterapkan dalam bidang kesehatan.

Kegiatan perdana digelar pada 7 September 2026. Agenda diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara IIK Bhakta dan MAN 1 Kota Kediri.

MoU ditandatangani Rektor IIK Bhakta Prof. Dr. apt. Muhamad Zainuddin bersama Kepala MAN 1 Kota Kediri Achmad Zainal Facris, S.Pd. Setelah itu, peserta program dikukuhkan secara simbolis melalui pemasangan ID card dan penyerahan modul pembelajaran.

Ketua Tim Program Hibah Titik Kumpul, Tri Ana Mulyati, M.Si., mengatakan siswa tidak hanya diarahkan memahami nanoteknologi dari sisi teori. Mereka juga diperkenalkan pada proses mengembangkan hasil penelitian nanomaterial menjadi sebuah proyek aplikasi.

“Program ini dilaksanakan melalui Klub Sains AKIRA (An-Nur KIR MAN 1 Kota Kediri). Para siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai nanoteknologi secara konseptual, tetapi juga diperkenalkan pada bagaimana suatu hasil riset nanomaterial dapat dikembangkan menjadi proyek berbasis aplikasi,” ujar Tri Ana.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut