Server Terbakar di Untag Surabaya, Akses Internet dan Sistem Informasi Kampus Terganggu
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kebakaran melanda ruang UPS dan jaringan utama atau Network Operations Center (NOC) Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Insiden tersebut berdampak pada infrastruktur jaringan kampus hingga menyebabkan gangguan akses internet dan sejumlah layanan sistem informasi.
Kebakaran yang terjadi pada fasilitas milik Direktorat Sistem Informasi (DSI) Yayasan Perguruan 17 Agustus 1945 (YPTA) Surabaya itu juga memunculkan kekhawatiran terhadap kondisi data institusi yang tersimpan di perangkat terdampak. Namun, pihak kampus menyebut sebagian besar data telah dipindahkan ke fasilitas data center baru.
Tim DSI bergerak cepat setelah menerima laporan kepulan asap dari Bagian Gedung dan Landscape pada pukul 09.32 WIB. Hanya berselang satu menit, tim DSI tiba di lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan penanganan awal bersama petugas gedung.
Sebagai langkah antisipasi, aliran listrik di area terdampak diputus guna mencegah risiko yang lebih besar. Tindakan tersebut membuat server yang terhubung dengan fasilitas itu berhenti beroperasi sementara.
Penanganan kebakaran dilakukan menggunakan alat pemadam api ringan (APAR), kemudian dilanjutkan oleh petugas pemadam kebakaran. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 10.16 WIB.
Setelah api berhasil dipadamkan, tim DSI melanjutkan pemeriksaan terhadap perangkat dan mengamankan aset yang masih memungkinkan untuk digunakan. Layanan internet dan sistem informasi juga dihentikan sementara sebagai bagian dari langkah pengamanan selama proses mitigasi.
Direktur DSI YPTA Surabaya, Eko Halim Santoso, S.Kom., M.Kom., mengatakan pihaknya telah melakukan penanganan serta pemeriksaan terhadap infrastruktur yang terdampak kebakaran.
“Terkait kejadian kebakaran pada fasilitas ruang UPS dan jaringan utama Untag Surabaya, kami dari DSI telah melakukan penanganan dan pemeriksaan terhadap infrastruktur yang terdampak,” ujar Eko.
Gangguan paling nyata terjadi pada infrastruktur jaringan utama yang menopang akses internet dan operasional sejumlah sistem informasi kampus. Karena itu, pemulihan dilakukan secara bertahap dengan mendahulukan jaringan internet sebelum berlanjut ke aplikasi dan basis data.
Meski demikian, kondisi perangkat yang terdampak dan status data di dalamnya masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut. Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan tingkat kerusakan serta menentukan langkah pemulihan yang aman.
Di tengah kekhawatiran mengenai kemungkinan hilangnya data akibat kebakaran, Eko menjelaskan bahwa Untag Surabaya telah memiliki fasilitas data center baru. Sebagian besar data institusi, menurut dia, sudah dimigrasikan ke fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga keamanan informasi dan keberlangsungan layanan digital.
“Untag Surabaya telah memiliki fasilitas data center baru dan sebagian besar data institusi telah dimigrasikan ke fasilitas tersebut. Hal ini merupakan bagian dari upaya kami untuk menjaga keberlangsungan layanan dan keamanan data universitas,” jelasnya.
Keterangan tersebut menjadi gambaran penting di tengah proses pemeriksaan infrastruktur yang terbakar. Meski sebagian besar data telah dipindahkan, kondisi seluruh perangkat dan data yang masih berkaitan dengan fasilitas terdampak belum dapat dipastikan sebelum proses verifikasi selesai.
DSI kini memusatkan upaya pada pemulihan konektivitas jaringan, kemudian dilanjutkan dengan pengaktifan kembali aplikasi serta basis data secara bertahap. Langkah ini dilakukan agar layanan penunjang kegiatan akademik dan administrasi dapat kembali digunakan.
DSI menargetkan pemulihan awal jaringan internet dalam waktu 1 x 24 jam. Namun, pelaksanaan target tersebut tetap mempertimbangkan keamanan, kondisi perangkat, dan kesiapan infrastruktur yang akan dioperasikan kembali.
“Saat ini, tim DSI memprioritaskan pemulihan jaringan internet terlebih dahulu, kemudian dilanjutkan dengan pemulihan aplikasi dan basis data secara bertahap,” terang Eko.
Ia menegaskan, proses pemulihan akan dilakukan dengan memperhatikan keamanan dan keandalan layanan. Pemeriksaan terhadap perangkat serta data yang terdampak juga terus berjalan untuk memastikan setiap tahapan pemulihan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi.
“Kami berkomitmen melakukan pemulihan secepat mungkin agar seluruh aktivitas akademik dan administrasi kembali berjalan normal,” tegasnya.
DSI YPTA Surabaya melanjutkan penanganan infrastruktur secara bertahap sembari memantau perkembangan pemulihan layanan. Informasi terbaru mengenai akses internet dan operasional sistem informasi akan disampaikan kepada sivitas akademika hingga layanan kampus kembali berjalan normal.
Editor: Arif Ardliyanto