Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Tak Mau Kalah di Era Energi Hijau, Kampus Merah Putih Surabaya Siapkan Solar Cell di Semua Gedung
Advertisement . Scroll to see content

Detik-Detik Penari Jaranan Buto Kesurupan di Depan Ribuan Mahasiswa, Bikin Suasana Mendadak Tegang

Jum'at, 11 September 2026 | 06:50 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Detik-Detik Penari Jaranan Buto Kesurupan di Depan Ribuan Mahasiswa, Bikin Suasana Mendadak Tegang
Jaranan Buto asal Banyuwangi bikin heboh PKKMB Untag Surabaya 2026. Seorang penari kesurupan di tengah pertunjukan yang disaksikan ribuan mahasiswa baru. Foto iNewsSurabaya.id/arif

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) 2026 Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya mendadak berubah tegang sekaligus menarik perhatian. Pertunjukan Jaranan Buto yang digelar di lingkungan kampus diwarnai aksi salah seorang penari yang mengalami kesurupan di tengah pertunjukan.

Momen tersebut sontak menjadi perhatian ribuan mahasiswa baru yang memadati Pelataran Gedung Fakultas Kedokteran Untag Surabaya. Para penonton menyaksikan langsung atraksi kesenian tradisional asal Banyuwangi tersebut sebagai bagian dari rangkaian Campus Expo dalam peringatan Dies Natalis ke-68 Untag Surabaya.

Jaranan Buto sengaja dihadirkan bukan sekadar sebagai hiburan. Pertunjukan tersebut menjadi sarana bagi mahasiswa baru untuk mengenal lebih dekat kesenian tradisional Jawa Timur yang memiliki karakteristik berbeda dari kesenian jaranan pada umumnya.


Jaranan Buto asal Banyuwangi bikin heboh PKKMB Untag Surabaya 2026. Seorang penari kesurupan di tengah pertunjukan yang disaksikan ribuan mahasiswa baru. Foto iNewsSurabaya.id/arif

Ketua Pelaksana PKKMB 2026 Untag Surabaya, Yusrida Muflihah, S.Kom., M.Kom., mengatakan pengenalan budaya menjadi salah satu bagian yang ingin ditekankan dalam kegiatan penyambutan mahasiswa baru.

Menurutnya, mahasiswa yang baru memasuki lingkungan perguruan tinggi tidak hanya perlu mendapatkan pengenalan mengenai kehidupan akademik. Mereka juga perlu memiliki pengalaman yang memperkaya wawasan tentang budaya Indonesia.

“Ini menjadi bagian dari upaya mengenalkan sekaligus melestarikan kebudayaan lokal kepada mahasiswa baru yang berasal dari beragam latar belakang,” ungkap Yusrida.

Atraksi Jaranan Buto berlangsung dengan sejumlah gerakan khas dan dramatis. Di tengah pertunjukan, salah seorang penari mengalami kesurupan. Adegan tersebut membuat perhatian mahasiswa baru semakin tertuju ke panggung.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut