Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Musim Kemarau Dongkrak Penjualan AC di Surabaya hingga 30 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Ruko di Tengah Kawasan Hunian Jadi Incaran Pelaku Usaha

Jum'at, 23 Oktober 2026 | 12:17 WIB
  • author Lukman Hakim
Ruko di Tengah Kawasan Hunian Jadi Incaran Pelaku Usaha
Groundbreaking proyek ruko Beverly Terrace, Pakuwon City. (Foto : Lukman Hakim).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Properti komersial yang berada di tengah kawasan hunian terintegrasi dinilai memiliki daya tarik bagi pelaku usaha. 

Selain berdekatan dengan pasar konsumen, kawasan yang dilengkapi fasilitas pendukung dan area parkir memadai memberikan nilai tambah dibandingkan ruko yang berdiri sendiri.

Pakuwon City Surabaya terus memperkuat pengembangan kawasan komersial terintegrasi melalui proyek ruko Beverly Terrace. Pada tahap ketiga, pengembang meluncurkan 20 unit ruko dengan harga mulai Rp4,9 miliar per unit.

Ruko Beverly Terrace Tahap 3 berlokasi di sisi Beverly Square, di tengah kawasan hunian Pakuwon City. Keberadaan klaster perumahan, apartemen, serta fasilitas pendukung menjadi potensi pasar bagi pelaku usaha yang ingin membuka maupun mengembangkan bisnis di kawasan Surabaya Timur tersebut.

Direktur sekaligus Corporate Secretary PT Pakuwon Jati Tbk, Minarto Basuki, menilai kawasan komersial yang terintegrasi memiliki peluang berkembang lebih besar dibandingkan ruko yang berdiri sendiri.

Menurut dia, kawasan komersial yang didukung fasilitas dan lingkungan hunian dapat menciptakan pasar yang saling menunjang. Kemudahan akses dan ketersediaan area parkir juga menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas bisnis.

“Kalau kawasan yang terintegrasi, sudah ada sekolah dan fasilitas lain. Mungkin itu yang membedakan dengan ruko yang berdiri sendiri dan parkirnya susah,” kata Minarto usai groundbreaking proyek ruko Beverly Terrace, Pakuwon City, Jumat (23/10/2026).

Dia menjelaskan, kawasan komersial yang saling terhubung memberikan alternatif bagi pengunjung ketika area parkir di satu titik penuh. Dengan demikian, aktivitas usaha tidak hanya bergantung pada satu lokasi, tetapi berpotensi memperoleh dukungan dari lingkungan komersial di sekitarnya.

“Kontribusi bisnis komersial di Pakuwon City menunjukkan perkembangan positif. Konsep kawasan terintegrasi menjadi salah satu faktor yang mendukung daya tarik ruko di kawasan tersebut,” imbuhnya.

General Manager Marketing Pakuwon Group, Liliani Harsono, mengatakan Beverly Terrace Tahap 3 diluncurkan dengan jumlah unit terbatas, yakni hanya 20 unit.

Dia menjelaskan, lokasi Beverly Terrace berada di tengah kawasan hunian Pakuwon City, berdekatan dengan sejumlah klaster seperti Long Beach, East Coast Park, San Antonio, dan San Diego.

Kawasan tersebut disebut memiliki pasar potensial sekitar 8.000 kepala keluarga (KK). Jumlah itu mencakup penghuni rumah tapak, EduTown, ECR, serta apartemen di lingkungan Pakuwon City.

“Besarnya populasi penghuni dinilai memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen yang tinggal maupun beraktivitas di sekitar lokasi,” paparnya.

Liliani mengatakan, minat terhadap ruang usaha di Beverly Terrace telah muncul bahkan sebelum unit diserahterimakan. Pembelinya berasal dari beragam latar belakang, termasuk pelanggan baru yang membeli ruko untuk mendukung usaha anak-anak mereka.

Salah satu contohnya adalah pembeli yang ingin membuka usaha kuliner Jepang setelah anaknya menyelesaikan pendidikan sebagai chef di luar negeri. Ada pula pengusaha sekolah balet yang berencana membuka akademi di Beverly Square.

Selain itu, sejumlah pelaku usaha makanan dan minuman atau food and beverage (F&B) tertarik membuka cabang maupun memindahkan usahanya ke Beverly Terrace. “Sebagian pelaku usaha tersebut telah memiliki bisnis sebelumnya dan mencari lokasi yang dinilai lebih sesuai untuk menunjang kegiatan operasional mereka,” ungkapnya.

Dari sisi penjualan, Liliani menyebut seluruh 51 unit ruko Beverly Arcade Tahap 1 telah terjual. Sebanyak 41 unit pada Beverly Square Tahap 2 juga dilaporkan terjual habis.

Saat ini, unit Tahap 2 memasuki proses fitting out, yakni penyiapan atau penyesuaian ruang untuk kebutuhan usaha. Sekitar 15 unit disebut telah mengajukan proses tersebut.

Sementara itu, Beverly Terrace Tahap 3 baru diperkenalkan melalui peluncuran terbatas kepada pelanggan sekitar dua pekan sebelum wawancara. Hingga saat wawancara berlangsung, tiga unit telah dipesan atau berstatus reserved.

“Dengan jumlah 20 unit yang ditawarkan pada tahap ketiga, kami masih membuka peluang bagi calon pembeli untuk memiliki ruang usaha di kawasan tersebut,” katanya.

Untuk mendukung transaksi, Pakuwon Group menyediakan fasilitas uang muka atau down payment (DP) yang dapat dicicil hingga 12 bulan, dengan besaran rata-rata sekitar 10 persen.

Liliani mengatakan, sejumlah pembeli pada tahap sebelumnya juga telah memanfaatkan fasilitas kredit perbankan meskipun bangunan ruko belum selesai. BCA disebut menjadi salah satu bank yang paling banyak digunakan pembeli.

“Fasilitas pembayaran tersebut menjadi salah satu alternatif bagi calon pembeli dalam mengatur kebutuhan dana untuk memperoleh properti komersial,” jelasnya.

 

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut