Properti Lelang Jadi Alternatif Investasi, Pembiayaan Kian Dipermudah
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pembelian properti melalui mekanisme lelang menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah atau aset properti dengan harga kompetitif.
Mekanisme lelang juga membuka peluang bagi investor maupun masyarakat untuk mendapatkan aset melalui proses penawaran yang terbuka dan akuntabel.
Masyarakat yang ingin membeli properti melalui lelang kini memiliki alternatif pembiayaan melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Maju dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN.
Fasilitas ini disiapkan untuk membantu calon pembeli yang tertarik memiliki aset lelang, tetapi belum memiliki dana tunai yang cukup.
SEVP Asset Management BTN Benjamin Sihombing mengatakan, kemudahan pembiayaan menjadi salah satu strategi perseroan untuk meningkatkan minat masyarakat terhadap properti lelang. Langkah tersebut sekaligus mendukung percepatan pemulihan aset dan perbaikan kualitas kredit BTN.
Melalui skema KPR Maju, calon pembeli dapat memanfaatkan pembiayaan dengan suku bunga kompetitif, jangka waktu kredit yang optimal, uang muka ringan, serta proses pengajuan yang mudah.
“Lelang merupakan metode penjualan aset yang efektif. Karena itu, lelang akan tetap menjadi salah satu program kerja dan strategi utama BTN ke depan untuk mewujudkan perbaikan kualitas kredit yang berkelanjutan,” ujar Benjamin, Jumat (23/10/2026).
Bank pelat merah tersebut terus mengoptimalkan penjualan aset melalui mekanisme lelang untuk menekan rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL). Memasuki triwulan IV 2026, perseroan memperkuat strategi tersebut, termasuk di wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara.
Benjamin mengungkapkan, BTN menargetkan sebanyak 10.000 agunan terdaftar untuk dilelang sepanjang 2026. Hingga saat ini, sebanyak 6.500 agunan telah terdaftar. Perseroan berupaya memenuhi target tersebut hingga akhir tahun.
Menurutnya, perkembangan penjualan aset sepanjang 2026 menunjukkan tren positif. Bahkan, jumlah aset BTN yang berhasil terjual melalui lelang sejak Agustus 2026 telah melampaui total pencapaian sepanjang 2025.
BTN optimistis rasio keberhasilan lelang secara nasional dapat mencapai 35 persen pada akhir tahun. Saat ini, rasio tersebut berada di kisaran 21 persen.
Untuk meningkatkan minat calon pembeli, BTN memperluas pemasaran melalui berbagai kanal digital, mulai dari aplikasi Bale by BTN, situs Bale Lelang, media sosial, hingga portal properti seperti Rumah123 dan Pinhome.
Perseroan juga memperkuat kerja sama dengan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN), Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta agen properti.
Benjamin menilai mekanisme lelang menawarkan proses penjualan yang transparan dan akuntabel. Melalui sistem penawaran, masyarakat dan investor memiliki kesempatan memperoleh aset dengan harga kompetitif.
Dari sisi regional, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara menjadi salah satu penopang kinerja lelang BTN. Wilayah tersebut berkontribusi sekitar 23 persen terhadap total pelaksanaan lelang nasional dan menyumbang sekitar 40 persen dari pokok lelang yang terjual.
Pada 2025, wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara juga meraih predikat sebagai pelelang terbaik di lingkungan Kantor Wilayah DJKN Jawa Timur serta Kantor Wilayah DJKN Bali dan Nusa Tenggara.
Editor: Arif Ardliyanto