Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Produsen Garam Surabaya Ini Ingin Penuhi Kebutuhan Industri Makanan dan Farmasi, Ini yang Dilakukan
Advertisement . Scroll to see content

Takut Garam Tak Laku, Petani NTT Bisa Bernapas Lega, Ini Sebabnya

Kamis, 29 Oktober 2026 | 13:40 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Takut Garam Tak Laku, Petani NTT Bisa Bernapas Lega, Ini Sebabnya
Petani garam NTT merasakan peningkatan penghasilan berkat kerja sama dengan perusahaan. Produksi garam Teluk Kupang ditargetkan mencapai 50 ribu ton per tahun. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

KUPANG, iNewsSurabaya.id – Pengembangan tambak garam di Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menunjukkan hasil positif bagi petani lokal. Kolaborasi petani dengan perusahaan pengolah garam membuka peluang peningkatan produksi sekaligus memperkuat pendapatan keluarga yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.

Ketua Perkumpulan Petani Garam Taimetan (Pertagata), Esri Tuflasa, mengungkapkan 2025 hingga 2026 menjadi salah satu musim produksi terbaik sejak kelompoknya aktif pada 2018. Pertagata mengelola tambak garam seluas 300 hektare dengan melibatkan sekitar 80 kepala keluarga.

Menurut Esri, peningkatan produksi tidak hanya berdampak pada hasil panen, tetapi juga memberikan perubahan terhadap pola penghasilan masyarakat setempat. Petani dapat memanfaatkan musim kemarau untuk memproduksi garam dan kembali menggarap sawah saat musim hujan tiba.

“Kami bersyukur karena produksi meningkat. Kehadiran PT Tjakrawala Timur Sentosa juga membawa banyak manfaat. Saat musim panas kami jadi petani garam, musim hujan kami kembali ke sawah. Penghasilan bertambah dan ekonomi keluarga ikut naik,” ungkap Esri.


Kolaborasi petani Pertagata dengan PT Tjakrawala Timur Sentosa dan PT Sumatraco Langgeng Makmur mendorong pengembangan produksi garam di Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

Pola pertanian tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan kondisi alam secara bergantian. Tambak garam menjadi sumber pendapatan saat kemarau, sedangkan lahan pertanian tetap produktif ketika musim hujan datang.

Peningkatan produksi Pertagata turut didukung kerja sama antara petani dan perusahaan. PT Tjakrawala Timur Sentosa menjalin kolaborasi dengan PT Sumatraco Langgeng Makmur untuk mendukung pengembangan produksi dan penyerapan hasil panen garam dari petani.

Salah satu direksi PT Tjakrawala Timur Sentosa, Stanley Jayapranata, mengatakan kepastian penyerapan hasil panen menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha petani. Skema kerja sama tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko hasil produksi tidak terserap pasar maupun penurunan harga yang merugikan petani.

“Sangat kecil kemungkinan harga jatuh atau produksi tidak bisa terjual, karena harga yang ditawarkan mengikuti harga pasaran nasional. Selain itu, mereka juga akan menghadirkan teknologi mutakhir untuk peningkatan produksi,” jelas Stanley.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut