Takut Garam Tak Laku, Petani NTT Bisa Bernapas Lega, Ini Sebabnya
KUPANG, iNewsSurabaya.id – Pengembangan tambak garam di Teluk Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai menunjukkan hasil positif bagi petani lokal. Kolaborasi petani dengan perusahaan pengolah garam membuka peluang peningkatan produksi sekaligus memperkuat pendapatan keluarga yang selama ini bergantung pada sektor pertanian.
Ketua Perkumpulan Petani Garam Taimetan (Pertagata), Esri Tuflasa, mengungkapkan 2025 hingga 2026 menjadi salah satu musim produksi terbaik sejak kelompoknya aktif pada 2018. Pertagata mengelola tambak garam seluas 300 hektare dengan melibatkan sekitar 80 kepala keluarga.
Menurut Esri, peningkatan produksi tidak hanya berdampak pada hasil panen, tetapi juga memberikan perubahan terhadap pola penghasilan masyarakat setempat. Petani dapat memanfaatkan musim kemarau untuk memproduksi garam dan kembali menggarap sawah saat musim hujan tiba.
“Kami bersyukur karena produksi meningkat. Kehadiran PT Tjakrawala Timur Sentosa juga membawa banyak manfaat. Saat musim panas kami jadi petani garam, musim hujan kami kembali ke sawah. Penghasilan bertambah dan ekonomi keluarga ikut naik,” ungkap Esri.

Pola pertanian tersebut memungkinkan masyarakat memanfaatkan kondisi alam secara bergantian. Tambak garam menjadi sumber pendapatan saat kemarau, sedangkan lahan pertanian tetap produktif ketika musim hujan datang.
Peningkatan produksi Pertagata turut didukung kerja sama antara petani dan perusahaan. PT Tjakrawala Timur Sentosa menjalin kolaborasi dengan PT Sumatraco Langgeng Makmur untuk mendukung pengembangan produksi dan penyerapan hasil panen garam dari petani.
Salah satu direksi PT Tjakrawala Timur Sentosa, Stanley Jayapranata, mengatakan kepastian penyerapan hasil panen menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan usaha petani. Skema kerja sama tersebut diharapkan dapat mengurangi risiko hasil produksi tidak terserap pasar maupun penurunan harga yang merugikan petani.
“Sangat kecil kemungkinan harga jatuh atau produksi tidak bisa terjual, karena harga yang ditawarkan mengikuti harga pasaran nasional. Selain itu, mereka juga akan menghadirkan teknologi mutakhir untuk peningkatan produksi,” jelas Stanley.
Editor: Arif Ardliyanto