Turnamen Padel Perkuat Kebersamaan dan Jejaring Komunitas Dokter Gigi
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kalangan dokter gigi dari berbagai daerah mengikuti Smash & Smile Padel Tournament Vol.1 di Platinum Padel Surabaya. Turnamen tersebut digelar sebagai ajang olahraga sekaligus memperluas jaringan pertemanan dan interaksi lintas profesi.
Peserta kegiatan berasal dari berbagai latar belakang di bidang kedokteran gigi. Mulai mahasiswa, dokter gigi umum, dokter spesialis, hingga praktisi senior. Sejumlah pelaku usaha dari bidang lain juga turut berpartisipasi.
Salah satunya Septian Cahyakurnia, Owner CV Kurnia Karya Abadi yang bergerak di bidang konstruksi. Ia menilai kegiatan olahraga seperti ini dapat menjadi ruang untuk membangun hubungan dan mengenal komunitas profesi lain di luar urusan pekerjaan.
Menurut Septian, interaksi dengan kalangan dokter dan pengelola klinik juga memberinya pemahaman mengenai kebutuhan pembangunan fasilitas kesehatan, termasuk klinik gigi dan kecantikan.
“Ketika terlibat dalam pembangunan atau renovasi klinik, ada banyak aspek yang perlu dipahami. Bukan hanya bagaimana bangunan itu berdiri, tetapi juga bagaimana ruang tersebut nantinya digunakan untuk mendukung aktivitas pelayanan dan kenyamanan pasien,” ujarnya, Senin (2/11/2
Ia menambahkan, pertemuan melalui kegiatan olahraga memberikan kesempatan bagi peserta untuk saling mengenal dalam suasana yang lebih santai.
“Pertemuan seperti ini memberikan kesempatan untuk saling mengenal dalam suasana yang lebih santai. Kita bisa melihat bagaimana sebuah komunitas membangun relasi, menjaga kebersamaan, dan mengembangkan aktivitas positif bersama,” tambahnya.
Ketua Panitia Smash & Smile Padel Tournament Vol.1, drg. Edra Brahmantya Susilo, M.M., Sp.KG, mengatakan turnamen tersebut dirancang sebagai ruang pertemuan bagi komunitas dokter gigi sekaligus membuka kesempatan berinteraksi dengan kalangan di luar profesi medis.
Menurutnya, pengembangan profesi dokter gigi juga berkaitan dengan berbagai bidang lain, mulai dari pembangunan fasilitas praktik hingga pengelolaan klinik dan kebutuhan pendukung pelayanan kesehatan.
“Dokter gigi tentu tidak berdiri sendiri. Dalam perjalanan profesi maupun pengembangan klinik, kami berinteraksi dengan banyak bidang lain. Melalui kegiatan ini, pertemuan tersebut dihadirkan dalam suasana yang lebih ringan. Bukan untuk membicarakan pekerjaan atau transaksi, melainkan membangun hubungan antarmanusia dan saling mengenal ekosistem masing-masing,” jelas Edra.
Melalui turnamen ini, panitia berharap olahraga padel dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarpeserta sekaligus memperluas interaksi antara komunitas kedokteran gigi dan kalangan profesional dari bidang lainnya.
Editor: Arif Ardliyanto