Tren Perawatan Hewan Berubah, Konsultasi dan Rekam Medis Mulai Beralih ke Digital
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Merawat anjing dan kucing kini tidak hanya sebatas memberikan makanan, menjaga kebersihan, atau menyediakan tempat tinggal yang nyaman. Pemilik hewan peliharaan juga perlu memperhatikan kesehatan, riwayat vaksinasi, hingga kebutuhan medis anabul secara berkala.
Kebutuhan tersebut mendorong hadirnya berbagai inovasi berbasis teknologi digital. Salah satunya melalui hai PET yang resmi meluncurkan platform digital untuk mengintegrasikan berbagai layanan perawatan hewan peliharaan dalam satu ekosistem.
Grand launching hai PET digelar di Hotel Bumi Surabaya, Sabtu (31/10/2026). Acara ini dihadiri mitra bisnis, dokter hewan, pengelola petshop, serta komunitas pecinta hewan yang turut menyaksikan pengenalan platform tersebut.
Founder hai PET, Anto Arifanto, mengatakan platform ini dikembangkan untuk menjawab kebutuhan para pemilik hewan atau yang dikenal dengan sebutan pawrent dalam mendapatkan layanan perawatan anabul secara lebih praktis.
Menurut Anto, pengembangan hai PET berangkat dari pengalaman selama satu tahun masa uji coba. Dalam periode tersebut, platform ini mendapatkan respons positif dari pemilik hewan, dokter hewan, hingga masyarakat yang memiliki perhatian terhadap kesejahteraan satwa.
"Respons yang kami terima selama masa uji coba cukup positif. Karena itu, kami ingin mengembangkan hai PET lebih jauh dengan melibatkan para mitra bisnis yang bergerak di bidang petshop, grooming, klinik hewan, dan berbagai layanan lainnya," ujar Anto.
Tidak hanya menyediakan akses terhadap kebutuhan perlengkapan dan perawatan hewan, hai PET juga menyiapkan pengembangan layanan yang berkaitan dengan pengelolaan informasi kesehatan.
Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) Hewan. Sistem ini dirancang untuk membantu pencatatan identitas dan rekam medis anabul agar lebih terstruktur.
Dengan sistem tersebut, riwayat kesehatan hewan diharapkan dapat terdokumentasi dengan baik. Informasi seperti pemeriksaan, vaksinasi, hingga penanganan medis bisa menjadi bagian penting dalam memantau kondisi kesehatan hewan peliharaan.
"Melalui SIMRS Hewan, kami ingin membantu agar setiap hewan memiliki identitas dan rekam medis yang lebih terorganisasi. Dengan begitu, pemilik maupun tenaga medis dapat lebih mudah memantau riwayat kesehatan hewan tersebut," jelas Anto.
Pengelolaan rekam medis menjadi salah satu aspek penting dalam perawatan hewan. Sebab, informasi mengenai kondisi kesehatan sebelumnya dapat membantu dokter hewan memahami riwayat penyakit sekaligus menentukan langkah pemeriksaan dan penanganan berikutnya.
Pengembangan ekosistem digital hai PET mendapat perhatian dari kalangan praktisi kesehatan hewan. Owner Animals 777 Pet Care Wiyung, Surabaya, drh. Aprilia, menilai pemanfaatan teknologi dapat membantu mempertemukan pemilik hewan dengan penyedia layanan profesional.
Menurutnya, pawrent saat ini membutuhkan akses informasi kesehatan yang mudah dijangkau, termasuk kesempatan berkonsultasi dengan dokter hewan ketika menghadapi persoalan terkait kondisi anabul.
"Fitur-fitur yang dihadirkan di hai PET dapat menjadi pendamping bagi pemilik hewan dalam merawat dan memantau kesehatan anabul. Tidak hanya membantu dokter hewan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat yang memiliki hewan peliharaan," ungkap drh. Aprilia.
Sejumlah fitur yang dapat diakses melalui platform ini meliputi informasi dan pemantauan kesehatan hewan, konsultasi dengan dokter hewan profesional, serta komunitas daring bagi para pemilik anabul.
Keberadaan komunitas tersebut juga dinilai dapat menjadi ruang berbagi pengalaman. Para pawrent bisa bertukar informasi mengenai kebutuhan nutrisi, kebiasaan hewan, hingga cara menghadapi berbagai persoalan dalam perawatan sehari-hari.
Selain memperkenalkan platform digital, grand launching hai PET juga menghadirkan talkshow edukatif bersama drh. Desy Andriani, Owner Karlos Satwa Medika Malang.
Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan pengetahuan mengenai cara merawat hewan peliharaan secara tepat. Pembahasan mencakup pemenuhan kebutuhan dasar, pemeliharaan kesehatan, hingga pentingnya memahami kondisi dan perilaku anabul.
Edukasi ini menjadi relevan seiring meningkatnya perhatian masyarakat terhadap kesejahteraan hewan. Memelihara anjing maupun kucing membutuhkan tanggung jawab jangka panjang, bukan sekadar memberikan makanan dan tempat tinggal.
Pemilik juga perlu memastikan hewan mendapatkan pemeriksaan kesehatan, vaksinasi, nutrisi yang sesuai, serta penanganan medis ketika mengalami gangguan kesehatan.
Melalui pengembangan teknologi digital, keterlibatan dokter hewan, dan kolaborasi dengan pelaku industri pet care, hai PET berupaya menghadirkan ekosistem perawatan hewan yang saling terhubung.
Kehadiran platform ini diharapkan dapat mempermudah pawrent memperoleh informasi dan layanan yang dibutuhkan, sekaligus mendorong pola perawatan anabul yang lebih terencana dan bertanggung jawab di Indonesia.
Editor: Arif Ardliyanto