Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Kredit Macet UMKM Jatim Mengkhawatirkan, NPL Tembus 5,47 Persen
Advertisement . Scroll to see content

Lima Kompetensi Penting agar Lulusan SMA-SMK Mampu Bertahan di Dunia Kerja

Senin, 02 November 2026 | 11:22 WIB
  • author Saipul Yudi
Lima Kompetensi Penting agar Lulusan SMA-SMK Mampu Bertahan di Dunia Kerja
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai (dua dari kiri). (Foto : Saipul Yudi).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Lulusan SMA dan SMK harus memiliki lima kemampuan penting sebelum memasuki dunia kerja. Kelima kemampuan tersebut meliputi mampu bekerja, dapat dipercaya, mampu bekerja sama, memiliki kemauan untuk terus belajar, dan mampu menjaga diri.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur (Jatim) Aries Agung Paewai saat mengukuhkan Pengurus Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) Jatim Tahun 2026.

Menurut Aries, mendapatkan pekerjaan hanyalah langkah awal. Keberhasilan lulusan juga ditentukan oleh kemampuan mempertahankan kepercayaan perusahaan, beradaptasi, serta mengembangkan diri di tengah perubahan kebutuhan industri.

“Mendapatkan pekerjaan adalah pintu masuk, tetapi bagaimana mereka bisa bertahan, berkembang, dipercaya oleh perusahaan, dan menjadi pribadi yang bertanggung jawab adalah keberhasilan yang sesungguhnya,” kata Aries, Senin (2/11/2026).

Aries mengatakan, perkembangan teknologi dan persaingan tenaga kerja membuat kebutuhan perusahaan terus berubah. Karena itu, sekolah perlu memastikan kompetensi lulusan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.

Selain keterampilan teknis atau hard skills, murid juga perlu dibekali kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, kemampuan berkomunikasi, serta kemauan untuk terus belajar.

Menurutnya, persiapan memasuki dunia kerja tidak boleh hanya dilakukan menjelang kelulusan. Pendampingan karier harus dimulai sejak murid duduk di kelas 10.

Program pengenalan budaya industri, latihan wawancara kerja, penyusunan portofolio, pendampingan karier, hingga penguatan karakter profesional perlu menjadi bagian dari proses pendidikan.

“Melalui komunikasi yang intensif, pemetaan kebutuhan tenaga kerja, dan penguatan kemitraan, peluang kerja bagi murid dapat semakin terbuka dan sesuai dengan kompetensi yang dimiliki,” ujarnya.

Di sisi lain, Aries meminta pengurus FBKK memperkuat jejaring dengan perusahaan, asosiasi industri, lembaga pelatihan, serta mitra strategis lainnya. Kemitraan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi menghasilkan program konkret yang memberikan manfaat langsung bagi murid.

Manfaat itu antara lain berupa akses informasi lowongan pekerjaan, rekrutmen tenaga kerja, program pemagangan, pelatihan sesuai kebutuhan industri, hingga penempatan kerja.

Ia juga mendorong pengelola Bursa Kerja Khusus (BKK) membangun sistem koordinasi dan pertukaran informasi antarsekolah. Dengan demikian, pengalaman sekolah yang telah berhasil menjalin kemitraan dengan perusahaan dapat dibagikan kepada sekolah lainnya.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut