Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : DPRD Bongkar 4 Masalah Warga Surabaya, BPJS Nonaktif hingga Ancaman Banjir
Advertisement . Scroll to see content

Surabaya Bangun Pusat Medis Baru, Layanan Kanker hingga Cedera Atlet Jadi Fokus Pengembangan

Rabu, 04 November 2026 | 07:49 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Surabaya Bangun Pusat Medis Baru, Layanan Kanker hingga Cedera Atlet Jadi Fokus Pengembangan
Surabaya mengembangkan layanan kesehatan kanker, ortopedi, dan cedera olahraga melalui pembangunan gedung rumah sakit sembilan lantai. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pengembangan layanan kesehatan di Surabaya memasuki babak baru. Kebutuhan penanganan penyakit kompleks, mulai dari kanker hingga cedera olahraga, mendorong penambahan kapasitas fasilitas medis untuk melayani masyarakat Jawa Timur dan kawasan Indonesia Timur.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah pembangunan Tower 2 Mayapada Hospital Surabaya (MHSB). Pembangunan gedung baru tersebut ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama atau groundbreaking.

Tower 2 dirancang memiliki sembilan lantai dan terhubung langsung dengan Tower 1. Fasilitas ini akan difokuskan untuk memperkuat tiga layanan utama, yakni Oncology Center, Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC), serta Orthopedic Center.

Presiden Komisaris Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, mengatakan pengembangan tersebut merupakan respons terhadap meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan dengan fasilitas dan kemampuan penanganan yang lebih lengkap.

Menurutnya, peningkatan kapasitas rumah sakit tidak cukup hanya dengan menambah bangunan, tetapi juga harus diikuti perbaikan hasil penanganan medis dan pengalaman pasien.

"Seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur terhadap layanan kesehatan berkualitas, Mayapada Healthcare terus memperkuat kapasitas dan kapabilitas Mayapada Hospital Surabaya. Fokus kami jelas, clinical outcomes dan patient experience," ujar Jonathan.

Presiden Direktur sekaligus CEO Mayapada Healthcare, Navin Sonthalia, menjelaskan salah satu fasilitas yang dikembangkan adalah pusat layanan kanker. Oncology Center nantinya direncanakan memiliki fasilitas kedokteran nuklir dan teranostik, termasuk Digital PET-CT Scan dan SPECT Scan.

Fasilitas tersebut juga akan dilengkapi Ruang Isolasi Radioaktif (RIRA) untuk mendukung keamanan terapi radioaktif. Selain itu, penanganan kanker kompleks akan diperluas melalui layanan transplantasi sumsum tulang atau Bone Marrow Transplant (BMT).

Pengembangan lainnya menyasar penanganan cedera olahraga dan gangguan sistem gerak. Melalui SITPEC dan Orthopedic Center, layanan dirancang mencakup diagnosis cedera, tindakan medis berbantuan teknologi robotik, rehabilitasi, hingga pemulihan performa fisik.

Layanan ini tidak hanya ditujukan bagi atlet profesional, tetapi juga masyarakat umum dan pegiat olahraga yang mengalami cedera.

"Melalui pengembangan ini, kami menghadirkan layanan medis advanced yang semakin dekat bagi masyarakat Jawa Timur hingga Indonesia Timur," kata Navin.

Catat Lebih dari Satu Juta Kunjungan Pasien

Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, mengungkapkan rumah sakit tersebut telah mencatat lebih dari satu juta kunjungan pasien sejak mulai beroperasi pada 2021.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 15.000 kasus jantung, 14.000 kasus ortopedi, 3.000 kasus kanker, serta 2.000 kasus saraf dan otak telah ditangani.

Angka tersebut menjadi salah satu pertimbangan pengembangan kapasitas rumah sakit, terutama untuk menangani penyakit yang membutuhkan keterlibatan berbagai disiplin kedokteran.

Di bidang olahraga, rumah sakit juga menjalin kerja sama dengan sejumlah organisasi dan klub, termasuk Persebaya Surabaya, dalam dukungan kesehatan serta penanganan kondisi fisik atlet.

Bona menegaskan penambahan fasilitas harus disertai peningkatan kompetensi tenaga medis, penerapan standar pelayanan, dan pemanfaatan teknologi kesehatan.

Sebelumnya, rumah sakit tersebut telah menggunakan teknologi VELYS Robotic-Assisted Solution untuk membantu operasi penggantian sendi lutut. Prosedur ini didukung protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS) guna mendukung pemulihan pasien.

Penanganan kasus kompleks juga melibatkan tim multidisiplin melalui forum Tumor Board dan Cardiac Board. Sementara itu, layanan saraf dan otak telah memperoleh pengakuan World Stroke Organization (WSO) sebagai stroke-ready hospital.

Pemkot Dorong Surabaya Jadi Pusat Rujukan Medis

Pembangunan Tower 2 turut mendapat perhatian Pemerintah Kota Surabaya. Asisten Administrasi Umum Pemkot Surabaya, Anna Fajriatin, yang hadir mewakili Wali Kota Surabaya, menilai pengembangan fasilitas kesehatan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan medis.

Menurut Anna, ketersediaan fasilitas dengan layanan spesialis yang semakin lengkap diharapkan mengurangi kebutuhan masyarakat untuk mencari penanganan penyakit tertentu ke luar daerah.

"Pengembangan Mayapada Hospital Surabaya memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kota Surabaya. Kehadiran layanan medis yang semakin lengkap diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berkualitas," ujarnya.

Pembangunan Tower 2 menjadi bagian dari perkembangan infrastruktur kesehatan di Surabaya. Namun, bertambahnya gedung dan teknologi medis juga membawa tantangan tersendiri, yakni memastikan layanan dapat dijangkau masyarakat, didukung tenaga kesehatan kompeten, serta memberikan penanganan yang aman dan sesuai kebutuhan pasien.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut