Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Persebaya Bikin Bonek Kecewa, Kuasai 74 Persen Bola, Green Force Gagal Kalahkan Persijap
Advertisement . Scroll to see content

Persebaya Tumbang Lagi, Bernardo Tavares Tak Mau Pemain Jadi Kambing Hitam

Rabu, 04 November 2026 | 09:44 WIB
  • author Saiful Arif
Persebaya Tumbang Lagi, Bernardo Tavares Tak Mau Pemain Jadi Kambing Hitam
Persebaya kalah 2-3 dari Kendal Tornado meski dominan. Bernardo Tavares pasang badan dan mengakui bertanggung jawab penuh atas kekalahan Green Force. Foto iNewsSurabaya.id/alup

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kekalahan Persebaya Surabaya dari Kendal Tornado FC menjadi pukulan telak bagi Green Force. Bermain dominan sepanjang pertandingan, Bajol Ijo justru harus mengakui keunggulan lawan dengan skor 2-3 pada laga perdana Grup G I.League Cup 2026/2027 di Stadion Sriwedari, Selasa (3/11/2026).

Hasil ini semakin mengecewakan karena Persebaya sebenarnya mampu mengendalikan permainan. Namun, keunggulan dalam penguasaan bola ternyata tidak cukup untuk membawa pulang kemenangan.

Di tengah kekecewaan tersebut, pelatih Persebaya Bernardo Tavares mengambil sikap tegas. Juru taktik asal Portugal itu tidak mencari kambing hitam dan menyatakan bertanggung jawab penuh atas kekalahan timnya.

Secara statistik, Persebaya mencatatkan 64 persen penguasaan bola dan melepaskan 14 tembakan. Akan tetapi, efektivitas penyelesaian akhir menjadi persoalan yang membuat dominasi Green Force tidak menghasilkan kemenangan.

Dua gol yang dicetak Ramadhan Sananta pada menit ke-71 dan Toni Firmansyah pada menit ke-78 belum mampu menyelamatkan Persebaya. Sebaliknya, Kendal Tornado FC tampil lebih klinis dalam memanfaatkan peluang dan kesalahan yang dilakukan tuan rumah.

Tavares mengakui lawannya tampil lebih efektif. Menurut dia, penguasaan bola maupun banyaknya peluang tidak akan berarti jika gagal dikonversi menjadi gol.

"Selamat untuk Kendal Tornado atas kemenangan ini. Mereka mampu memanfaatkan peluang dengan lebih baik. Dalam sepak bola, penguasaan bola dan jumlah tembakan tidak selalu menjamin kemenangan. Kami harus lebih efektif ketika mendapatkan kesempatan," ujar Tavares dalam konferensi pers.

Selain penyelesaian akhir, pelatih berusia 47 tahun tersebut juga menyoroti kesalahan pemain ketika kehilangan bola. Transisi permainan yang tidak berjalan sempurna membuat Kendal Tornado mendapatkan ruang untuk membangun serangan berbahaya.

"Kami melakukan beberapa kesalahan, terutama ketika kehilangan bola saat transisi. Ada umpan yang tidak berjalan dengan baik dan situasi tersebut bisa dimanfaatkan lawan untuk menyerang. Hal-hal seperti ini harus kami evaluasi karena pada level kompetisi seperti ini, kesalahan kecil bisa berujung fatal," jelasnya.

Meski gagal meraih poin, Tavares tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemain. Dia melihat anak asuhnya masih memiliki semangat dan karakter untuk terus berusaha hingga peluit panjang dibunyikan.

"Saya senang dengan sikap dan karakter yang ditunjukkan para pemain sepanjang pertandingan. Mereka tetap berusaha memberikan yang terbaik hingga akhir laga," katanya.

Namun, pernyataan Tavares yang paling menyita perhatian adalah kesediaannya menanggung seluruh konsekuensi dari hasil buruk tersebut. Dia menegaskan kekalahan ini bukan semata-mata kesalahan pemain.

"Terkait hasil ini, saya bertanggung jawab sepenuhnya sebagai pelatih. Kekalahan ini menjadi tanggung jawab saya," tegasnya.

Kekalahan dari Kendal Tornado FC menambah catatan kurang memuaskan Persebaya dalam dua pertandingan terakhir. Sebelumnya, Green Force juga gagal mengamankan kemenangan ketika menjamu Persijap Jepara di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Jumat (30/10/2026). Pertandingan tersebut berakhir dengan skor imbang 1-1.

Dua hasil tanpa kemenangan menjadi pekerjaan rumah serius bagi Bernardo Tavares. Persoalan efektivitas serangan, konsentrasi pemain, hingga koordinasi saat transisi harus segera dibenahi agar Persebaya tidak kembali kehilangan poin.

Bagi Bonek dan Bonita, dominasi permainan tentu bukan satu-satunya hal yang dinantikan. Suporter membutuhkan hasil positif sebagai bukti bahwa Persebaya mampu bersaing dan menjaga konsistensi.

Kini, tantangan Tavares bukan sekadar memperbaiki permainan, melainkan mengembalikan kepercayaan diri tim. Green Force harus segera bangkit dan membuktikan bahwa kekalahan dari Kendal Tornado menjadi bahan evaluasi, bukan awal dari tren negatif yang berkepanjangan.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut