Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Bukan Hanya Hemat Listrik, Dua Pabrik di Lamongan Ini Pangkas 1.772 Ton Emisi Karbon
Advertisement . Scroll to see content

Pasar Ekspor Meluas ke Polandia, Laba Perusahaan Manufaktur Sidoarjo Justru Tertekan, Ini Sebabnya

Rabu, 04 November 2026 | 08:17 WIB
  • author Arif Ardliyanto
Pasar Ekspor Meluas ke Polandia, Laba Perusahaan Manufaktur Sidoarjo Justru Tertekan, Ini Sebabnya
Penjualan produsen kain nonwoven asal Sidoarjo tumbuh 18 persen hingga September 2026, tetapi laba bersih turun akibat tekanan ekonomi. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tekanan ekonomi global dan pelemahan nilai tukar rupiah mulai memengaruhi kinerja keuangan perusahaan manufaktur. Kondisi tersebut terlihat pada PT Multi Spunindo Jaya Tbk (MSJA), yang berhasil meningkatkan penjualan sepanjang Januari-September 2026, tetapi justru mencatatkan penurunan laba bersih.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan melalui Bursa Efek Indonesia (BEI), produsen kain nonwoven (bukan tenun) yang berbasis di Sidoarjo tersebut membukukan penjualan bersih sebesar USD 55,98 juta hingga kuartal III/2026.

Realisasi itu meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai USD 47,45 juta. Dengan demikian, penjualan MSJA tumbuh sekitar 17,98 persen secara tahunan.

Namun, peningkatan pendapatan tersebut belum sepenuhnya berbanding lurus dengan keuntungan perusahaan. MSJA mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar USD 3,33 juta, lebih rendah dibandingkan USD 3,53 juta pada Januari-September 2025.

Corporate Secretary PT Multi Spunindo Jaya Tbk, Kent Handi Kurniawan, mengatakan pertumbuhan penjualan perusahaan mendekati 18 persen. Meski demikian, tekanan kondisi ekonomi makro membuat pencapaian laba tidak setinggi tahun sebelumnya.

“Namun karena ada kondisi ekonomi makro yang kurang baik maka laba bersih di tahun berjalan di kuartal III/2026 tidak sebesar di kuartal III/2025,” ungkap Kent.

Menurut dia, salah satu faktor yang memengaruhi kinerja tersebut adalah pergerakan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah. Pelemahan rupiah dinilai memberikan tekanan terhadap kondisi keuangan perusahaan di tengah ketidakpastian ekonomi.

Di tengah tekanan ekonomi, permintaan terhadap produk nonwoven MSJA justru menunjukkan pertumbuhan. Kenaikan penjualan terjadi pada dua kelompok produk utama, yakni kebutuhan industrial dan higienis.

Editor: Arif Ardliyanto

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut