Bukan Hanya Hemat Listrik, Dua Pabrik di Lamongan Ini Pangkas 1.772 Ton Emisi Karbon
LAMONGAN, iNewsSurabaya.id – Perusahaan manufaktur mulai mencari cara untuk menekan penggunaan energi konvensional di tengah tuntutan industri yang semakin mengarah pada proses produksi berkelanjutan. Salah satunya dilakukan dua pabrik di Lamongan, Jawa Timur, yang kini memanfaatkan energi matahari untuk memenuhi kebutuhan listriknya.
PT Cahaya Bintang Olympic (CBO) dan PT Cahaya Bintang Plastindo (CBP), bagian dari PT Graha Multi Bintang (GMB Group), memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dengan kapasitas total mencapai 1.605,8 kWp.
PLTS tersebut terpasang di fasilitas manufaktur GMB Group yang berada di wilayah Gajah, Rejosari, Kecamatan Deket, Lamongan.
Pemanfaatan energi surya ini menjadi bagian dari upaya perusahaan meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas produksi. Peresmian fasilitas tersebut mengangkat tema “Empowering Industries With Clean Energy”.
Pembangunan PLTS dilakukan selama sekitar lima bulan, mulai 15 Desember 2025 hingga 24 April 2026. Berdasarkan perhitungan perusahaan, sistem tersebut diproyeksikan mampu mengurangi emisi karbon hingga 1.772,6 ton CO2 per tahun.
Angka itu disebut setara dengan kemampuan penyerapan karbon sekitar 71.048 pohon.
PLTS Penuhi 30 Persen Kebutuhan Listrik Pabrik
Direktur Marketing GMB Group, Reza Ardiananda, mengatakan keputusan menggunakan energi surya tidak hanya berkaitan dengan strategi efisiensi perusahaan. Menurut dia, langkah tersebut juga berkaitan dengan tanggung jawab industri terhadap lingkungan.
“Sebagai perusahaan yang memproduksi barang-barang yang dipakai banyak masyarakat Indonesia, ini menjadi momentum penting bagi kami. Kami ingin konsumen merasa bahwa produk yang mereka beli juga dibuat dengan energi yang ramah lingkungan,” ujar Reza.
Untuk tahap awal, energi yang dihasilkan PLTS mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan listrik di dua pabrik tersebut.
Editor : Arif Ardliyanto