SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Kemenag Kota Surabaya, Baznas Surabaya, dan Laz se-Surabaya melakukan penyatuan data warga miskin. Data tersebut akan dipergunakan untuk mempermudah penyaluran zakat modal usaha.
Modal usaha tersebut bisa berupa alat dagang, agar penerima manfaat bisa mandiri secara ekonomi.
“Jadi sampai akhir ramadan nanti Insya Allah penyatuan data dan prosedur cara kerja. Dengan pertemuan hari ini, Alhamdulilah kita punya kekuatan dan cara pandang yang sama. Maka kita akan menyatukan data, selanjutnya kita akan menjadikan mustahiq (penerima zakat) menjadi muzakki (penyalur zakat),” kata Wali Kota Eri Cahyadi.
Menurutnya, setiap zakat, infaq, dan sedekah yang berasal dari Kemenag Surabaya, Baznas Surabaya, dan Laz se-Surabaya akan dijadikan satu. Harapannya, melalui zakat pemberdayaan ini, dalam waktu lima bulan, warga tersebut telah memiliki tabungan dan kemandirian ekonomi.
“Uangnya akan menjadi satu, ini disentuh pakai ini, ini disentuh pakai ini, pemerintah menyentuhnya pakai ini. Karena ketika kita beri pekerjaan, tidak langsung menghasilkan untuk makan. Sehingga bantuan itu harus di berikan agar dia tidak lapar dan sekolahnya tidak putus, maka diberikan bantuan 4-5 bulan,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait