Apabila belum mampu, seperti fenomena yang terjadi di Gresik, Taslim ingin agar hal itu tak terulang lagi. Meski, ia mengakui personelnya kurang sensitif.
"Kalau ada masyarakat yang gagal lebih dari 2 kali, silakan panggil dan tanya ada masalah apa. Kalau memang belum mahir ya dilatih, kami tidak menuntut nilai, tapi kami tuntut masyarakat paham aturan lalin, tata cara berlalu lintas, dan mampu mengoperasikan dan fungsi kendaraan, jangan sampai abai dan tidak tahu dengan fungsi itu, tujuannya untuk keselamatan bersama," jelas dia.
Ketika disinggung perihal evaluasi, Taslim menegaskan belum melakukannya. Namun, secara kualitatif, ia menilai lebih dari 90% pemohon se-Jatim lulus.
"Kalau kuantitatif masih belum ada angka. Tapi, dibanding angka dulu memang rendah sekali, dulu hanya di kisaran 10 persen sampai 15 persen saja," ujar dia.
Sementara itu, salah satu pemohon SIM C, Davin mengungkapkan, memang ujian kali ini lebih mudah. Menurutnya, jarak dan lebar lintasan sudah lebih luas dibanding angka 8 sebelumnya.
"Lebih mudah, jaraknya lebih lebar, kalau yang angka 8 itu lebih sempit, cuma 1 meteran kalau tidak salah," tuturnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
