Selain itu, Edwin menyebut faktor Jokowi Effect, warga NU Jatim masih cenderung memilih Prabowo Subianto dibanding Anies Baswedan.
"Mengingat Jatim merupakan basis terbesar warga NU, dan penentu kemenangan Pilpres sejak 2004. Maka kami melakukan survei pilihan warga Nahdliyin Jatim. Hasilnya warga NU Jatim masih cenderung memilih Prabowo dibanding Anies," katanya.
Dalam survei SRS, sebanyak 41,4% responden yang mengaku warga Nahdliyin di Jatim memilih Prabowo. Kemudian 34,3 responden memilih Ganjar Pranowo. Hanya 13,6% responden memilih Anies Baswedan. Masih ada 10,7% responden warga Nahdliyin Jatim yang belum menentukan pilihan.
Edwin kemudian membeberkan survei terhadap pemilih PKB untuk dukungan capres di Pilpres 2024 pasca deklarasi Anies-Cak Imin. Hasilnya, pemilih PKB cenderung memilih Prabowo daripada Anies.
"Sebanyak 38,4% pemilih PKB memilih Prabowo. Lalu 34,5% pemilih PKB justru memilih Ganjar. Hanya 18,8% pemilih PKB yang memilih Anies. 8,3% sisanya belum menentukan pilihan," tegasnya.
Survei SRS dilakukan pada 3-12 September 2023 di 38 kabupaten/kota Jawa Timur dengan jumlah responden sebanyak 1.000 orang.
Metode penarikan sample dilakukan dengan multistage random sampling dengan margin of error sebesar 3,1% dan tingkat kepercayaan 95%. Responden yang dipilih terdiri 50 persen laki-laki dan 50% perempuan dengan quality control secara random 20%. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara by phone. SRS adalah anggota ASOPI.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
