Mengejutkan, Ternyata Segini Jumlah Tentara Israel yang Terluka

Ali Masduki
Jumlah tentara Israel yang mati juga tidak sedikit. Foto/Sindonews/Reuters

Ada kemungkinan juga bahwa setidaknya beberapa rumah sakit menerima tentara yang memerlukan perawatan medis yang tidak ada hubungannya dengan perang,” imbuh laporan surat kabar tersebut. 

Surat kabar tersebut menekankan bahwa sejak tanggal 7 Oktober, 10.584 tentara dan warga sipil yang terluka dirawat di rumah sakit di negara pendudukan, di mana 131 di antaranya meninggal saat menerima perawatan di rumah sakit, 471 berada dalam kondisi parah atau kritis, 868 berada dalam kondisi sedang, dan 8.308 orang menderita luka ringan. 

Sekitar 600 orang menderita serangan kecemasan dan 206 orang berada dalam kondisi yang tidak diketahui. 
Haaretz menambahkan, mulai hari ini, tentara Israel akan memperbarui jumlah korban luka setiap hari pada pukul 13.00 waktu setempat. 

Terlepas dari upaya militer Israel menutupi data kerugian yang diderita, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu tetap mengeklaim Hamas menderita kekalahan. Netanyahu meminta para anggota Hamas untuk menyerahkan senjatanya dan menyatakan bahwa ratusan pejuang kelompok itu telah menyerah di Gaza dan ditangkap. 

Menurut Netanyahu, itu menandai awal dari kehancuran kelompok perlawanan Palestina tersebut. “Perang masih berlangsung tetapi ini adalah awal dari berakhirnya Hamas,” kata Netanyahu sambil mendesak para pejuang kelompok tersebut untuk tidak mengorbankan diri mereka demi pemimpin mereka; Yahya Sinwar. 

“Saya katakan kepada teroris Hamas: Ini sudah berakhir. Jangan mati demi Sinwar. Menyerah—sekarang!” kata Netanyahu yang menggunakan narasi “teroris” untuk Hamas. 

“Dalam beberapa hari terakhir, puluhan teroris Hamas telah menyerah kepada pasukan kami. Mereka meletakkan senjatanya dan menyerahkan diri kepada tentara kita yang heroik,” lanjut Netanyahu. Netanyahu telah berkali-kali bersumpah untuk melenyapkan Hamas sejak perang di Gaza dimulai 7 Oktober. 

Menurutnya, itu merupakan tujuan utama perang saat ini selain memulangkan seluruh sandera. Alih-alih berhasil mewujudkan sumpahnya, pemimpin Israel itu jadi bulan-bulanan kecaman karena perang Israel di Gaza jutsru menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil termasuk bangunan ibadah. Menurut otoritas kesehatan Gaza, lebih dari 17.000 warga Palestina tewas dibombardir Israel sejak 7 Oktober.

Editor : Ali Masduki

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network