Pakar UNAIR Sebut Merger Grab-GoTo Berpotensi Membunuh Persaingan Sehat

Ali Masduki
Mitra pengemudi ojek online saat mengikuti acara di Surabaya, beberapa waktu lalu. Foto: iNewsSurabaya/Ali Masduki

Prof. Rahmat memperingatkan dampak jangka panjang bagi perekonomian nasional. Monopoli dalam sektor transportasi online akan menghilangkan inovasi dan persaingan sehat, merugikan konsumen yang kehilangan pilihan dan terbebani oleh harga yang tidak kompetitif.

Selain konsumen, merger ini juga berpotensi merugikan mitra pengemudi ojek online. Banyak pengemudi yang saat ini menggunakan kedua aplikasi tersebut untuk meningkatkan pendapatan. 

Penggabungan Grab dan GoTo berpotensi mengurangi penghasilan mereka karena berkurangnya fleksibilitas dan pilihan platform.

Prof. Rahmat menyerukan pentingnya kontrol sosial dan edukasi publik terkait isu ini. "Masyarakat harus melakukan pengawasan terhadap isu-isu yang berdampak besar, termasuk merger ini. Para akademisi dan pakar juga harus aktif menyuarakan dan memberikan edukasi agar masyarakat sadar akan potensi negatifnya," imbuhnya.
 

Editor : Ali Masduki

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network