Untuk mengatasi defisit ini, Prof. Nuh menawarkan tiga solusi: memohon ampunan kepada Allah, memohon kasih sayang-Nya, dan memperbanyak amal sholeh, termasuk ibadah qurban dan ibadah sosial lainnya.
"Semangat berkurban ini diharapkan dapat mengurangi defisit kebaikan, bahkan menjadi deposito kebaikan untuk masa depan," ujarnya.
Ia juga menyinggung kisah tiga orang yang terjebak di gua, yang berhasil keluar berkat "deposito kebaikan" mereka. Lebih lanjut, Prof. Nuh mengutip Syech Abdul Qodir Al-Jilani yang menyatakan bahwa tidak ada amal kebajikan yang lebih utama daripada memberi makan dan berperilaku baik.
Selain khutbah, Idul Adha di MAS juga ditandai dengan penerimaan hewan kurban, termasuk sapi dari Presiden Prabowo Subianto (jenis Peranakan Ongole seberat 1.020 kg), Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (960 kg), Wagub Jatim Emil Dardak (900 kg), dan Sekda Jatim Adhy Karyono (860 kg).
Humas BPP MAS, H. Helmy M. Noor, juga melaporkan penerimaan sekitar 65 ekor kambing, 23 ekor sapi dari Idham Mustahid Arifin dan Bapenda Jatim, serta empat sapi dari patungan. Total hewan kurban yang diterima MAS mencapai 88 ekor.
Editor : Ali Masduki
Artikel Terkait
