Langkah kolaboratif ini mendapat apresiasi tinggi dari pihak industri. Direktur CV Media Utama Group Sampang, Moh Ishak, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam proses produksi garam adalah hal positif yang patut didukung penuh.
“Kolaborasi dengan Universitas Trunojoyo ini adalah bentuk sinergi yang sehat antara akademisi dan pelaku industri. Kami percaya bahwa hasil riset ini akan memberikan dampak konkret bagi peningkatan kualitas produksi garam lokal,” kata Ishak yang juga merupakan pemilik merek Garam Cap Keluarga Santri, salah satu produk garam unggulan asal Sampang.
Universitas Trunojoyo Madura (Unijoyo) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan industri lokal, khususnya sektor strategis seperti produksi garam. Foto iNewsSurabaya/ist
Menurutnya, penelitian mahasiswa tidak hanya penting bagi pengembangan sektor garam, tetapi juga menjadi wujud nyata hilirisasi hasil penelitian dari kampus ke masyarakat. Ia berharap riset ini dapat menjadi awal dari kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan di masa mendatang.
Salah satu tantangan utama dalam sektor pegaraman nasional adalah kualitas produk yang seringkali belum memenuhi standar industri. Lewat riset ini, Lailatul dan Dita mencoba memetakan masalah-masalah yang sering terjadi dalam proses produksi, mulai dari metode pengolahan, kadar air dan mineral, hingga tata kelola pasca panen.
“Harapan kami, hasil riset ini bisa memberikan masukan dan inovasi yang berguna bagi petani garam maupun pihak industri. Tidak hanya meningkatkan mutu, tetapi juga menambah nilai jual produk garam lokal,” tambah Dita Septiana.
Tak hanya berdampak pada industri, kolaborasi ini juga menjadi pengalaman lapangan yang berharga bagi mahasiswa. Mereka belajar langsung dari proses produksi, berinteraksi dengan pelaku industri, serta mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh di bangku kuliah.
Universitas Trunojoyo Madura sebagai perguruan tinggi negeri di Pulau Garam memang terus mengembangkan program-program berbasis potensi lokal. Dekan Fakultas Pertanian Unijoyo, dalam keterangannya, menyebut bahwa penelitian ini adalah bagian dari strategi penguatan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian masyarakat berbasis riset.
“Pulau Madura memiliki potensi besar di sektor garam. Sudah seharusnya Unijoyo sebagai kampus negeri hadir memberikan solusi dan inovasi. Kolaborasi ini akan terus diperluas untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional,” jelasnya.
Dengan sinergi antara mahasiswa, universitas, dan pelaku industri, penelitian ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perbaikan kualitas dan daya saing garam lokal di pasar nasional dan internasional. Ke depan, kolaborasi seperti ini diharapkan menjadi model bagi perguruan tinggi lain dalam membangun ekosistem riset yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
