Ia juga mengingatkan bahwa keamanan Jawa Timur memiliki pengaruh strategis bagi stabilitas nasional, terutama kawasan timur Indonesia. Oleh sebab itu, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri.
“Jika Jawa Timur batuk, dropletnya bisa sampai ke ibu kota. Menjaga Jatim berarti menjaga Indonesia,” tandasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga mengapresiasi inovasi Polri yang kini lebih humanis dan presisi dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, transformasi pelayanan publik yang dilakukan Polri merupakan langkah penting untuk menjadi institusi yang semakin dicintai rakyat.
“Polri telah banyak bertransformasi dalam pelayanan publik. Ini adalah kekuatan baru yang harus terus kita dorong bersama,” ujarnya.
Selain Gubernur dan Kapolda Jatim, upacara HUT Bhayangkara ke-79 juga dihadiri Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Pangkoarmada II, Pangdam V/Brawijaya, serta jajaran pejabat utama Polda Jatim. Upacara berlangsung dengan penuh khidmat dan semangat kebersamaan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
