Kementan Genjot Investasi Peternakan Sapi, Targetkan Kurangi Ketergantungan Impor Susu

Lukman Hakim
Jawa Timur menjadi tulang punggung produksi susu segar nasional, menyumbang 56 persen dari total produksi nasional. Berdasarkan data BPS 2022, populasi sapi perah di Jatim mencapai 282.364 ekor, dari total nasional 507.075 ekor. Foto iNewsSurabaya/lukman

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Indonesia tengah menghadapi tantangan besar dalam pemenuhan kebutuhan susu nasional. Dari total kebutuhan sekitar 4,7 juta ton susu per tahun, produksi dalam negeri baru mampu menyumbang sekitar 1 juta ton, atau hanya 21 persen. Sisanya, harus ditutup dengan impor.

Kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor peternakan, khususnya peternakan sapi perah, menyimpan peluang investasi yang sangat besar.

“Ini menjadi peluang strategis bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berinvestasi di sektor peternakan, baik untuk produksi susu maupun daging sapi,” ujar Dr. drh. Makmun, M.Sc, Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, dalam Indo Livestock 2025 Expo and Forum di Surabaya, Rabu (2/7/2025).

Untuk mengatasi defisit tersebut, pemerintah telah menyusun roadmap Program Percepatan Produksi Susu dan Daging Nasional (P2SDN). Peta jalan ini mencakup strategi pengembangan hingga tahun 2035, khususnya untuk susu nasional difokuskan pada periode 2025–2029.

Menurut Makmun, investasi perlu didukung ketersediaan lahan dan infrastruktur memadai. “Perlu kerja sama lintas sektor, dari pemerintah pusat, daerah, hingga swasta,” tegasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network