Antusiasme serupa juga datang dari Faris, seorang mahasiswa Tunisia di UIN Malang. "Baru pertama lihat kajiannya langsung, kalau saya sering lihat dari YouTube. Kajiannya bagus dan dia juga paham kitab-kitab suci agama lain, itu yang kadang membedakannya," ungkap Faris, meski masih terbata-bata dalam bahasa Indonesia.
Editor : Vitrianda Hilba SiregarEditor Jakarta
Artikel Terkait
