UMKM di Kawasan Kampus Surabaya Ini Manfaatkan Aplikasi Keuangan Digital, Ini Keuntungannya

Arif Ardliyanto
SWK Srikana Surabaya terima program digitalisasi keuangan bagi UMKM. Inisiatif ini bantu pelaku usaha manfaatkan QRIS, saku bisnis, dan fitur kasir secara efisien. Foto iNewsSurabaya/ist

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Kawasan Sentra Wisata Kuliner (SWK) Srikana yang berada di lingkungan Kampus Universitas Airlangga, Surabaya, kini mendapat angin segar dalam pengembangan usaha. Sebuah program pendampingan dan digitalisasi keuangan diterapkan guna mendukung operasional Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang beraktivitas di kawasan tersebut.

Dukungan diberikan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Raya, bank digital bagian dari BRI Group bertajuk Cluster Unggulan, yang menyasar pelaku usaha lokal agar mampu beradaptasi dengan ekosistem perbankan digital. Penyerahan program dilakukan kepada pengelola SWK Srikana Food Walk, Rahmat Gunawan, dan mencakup penyediaan peralatan usaha serta pelatihan pemanfaatan aplikasi keuangan digital.

Melalui aplikasi tersebut, pelaku usaha kini dapat menerima pembayaran melalui QRIS dan mengelola transaksi menggunakan fitur digital seperti kasir dan saku bisnis. Penerapan sistem ini disebut mampu memisahkan keuangan pribadi dan usaha, sehingga pengelolaan menjadi lebih tertata dan efisien.

“SWK Srikana ini menjadi pusat aktivitas mahasiswa, sehingga perputaran transaksi cukup tinggi. Maka dari itu, adopsi digital sangat penting untuk efisiensi usaha,” ujar Lucky Wibowo selaku Community Branch Leader Bank Raya Surabaya.

Tak hanya di Surabaya, program Cluster Unggulan telah menjangkau berbagai kota di Indonesia seperti Malang, Yogyakarta, Semarang, dan Bogor. Hingga pertengahan 2025, tercatat lebih dari 150 pelaku usaha menerima manfaat dari program ini.

Setiap klaster dibimbing oleh tim komunitas lokal untuk memaksimalkan fitur digital, mulai dari pemanfaatan QRIS yang mendukung pencairan dana harian dalam beberapa sesi, hingga fitur mass transfer untuk mempermudah pembayaran ke berbagai pihak seperti karyawan atau pemasok.

Selain itu, pelaku usaha dapat membuat hingga lima dompet digital terpisah dalam satu aplikasi untuk kebutuhan bisnis berbeda, termasuk memantau mutasi transaksi secara real-time. Hal ini mendukung transparansi serta pengambilan keputusan berbasis data.

Saat ini, layanan QRIS untuk pelaku usaha telah aktif di 23 kota dengan lebih dari 9.000 merchant yang mengadopsinya. Penerapan teknologi ini dinilai menjadi langkah penting dalam mempercepat transformasi digital di sektor UMKM.

Program pemberdayaan ini tidak hanya berfokus pada teknologi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas pelaku usaha melalui pelatihan dan pendampingan berkelanjutan, agar UMKM di Indonesia dapat bertahan dan bersaing di tengah perubahan ekonomi digital yang terus berkembang.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network