SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Jawa Timur kembali menunjukkan taringnya sebagai salah satu magnet investasi nasional. Selama Januari–Juni 2025, provinsi ini berhasil mencatat realisasi investasi sebesar Rp74,6 triliun. Angka ini berasal dari Rp51 triliun Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Rp23,6 triliun Penanaman Modal Asing (PMA).
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur, Dyah Ermawati, menegaskan bahwa derasnya arus investasi juga membawa dampak positif bagi lapangan kerja.
“Dari total Rp74,6 triliun investasi, sudah tercipta 130.870 kesempatan kerja bagi masyarakat Jawa Timur,” ujarnya, Selasa (5/8/2025).
Kontribusi terbesar datang dari lima daerah strategis. Kota Surabaya memimpin dengan nilai investasi Rp16,4 triliun atau 21,9 persen, disusul Kabupaten Gresik dengan Rp16,1 triliun (21,6 persen).
Selanjutnya Kabupaten Sidoarjo meraih Rp10,4 triliun (13,9 persen), Kabupaten Pasuruan sebesar Rp7,7 triliun (10,3 persen), dan Kabupaten Malang dengan Rp2,6 triliun (3,5 persen).
Adapun sektor yang menjadi tulang punggung investasi antara lain industri makanan, perumahan, kawasan industri, transportasi, gudang dan telekomunikasi, hingga perdagangan.
Untuk investasi asing, lima negara menjadi penyumbang terbesar: Amerika Serikat melalui PT Freeport di sektor pertambangan, Singapura lewat PT Tri Sakti Purwosari Makmur di Pasuruan untuk industri makanan, Hong Kong lewat New Asia International di Sidoarjo untuk industri logam, Tiongkok melalui Xinyi Glass Indonesia di Gresik pada industri mineral non-logam dan Jepang melalui Waitana Karya Pembangunan di Jember untuk proyek perumahan dan kawasan industri.
Dyah menegaskan, arah kebijakan investasi Jawa Timur kini mengedepankan hilirisasi di berbagai sektor, mulai dari mineral dan batubara, minyak dan gas bumi, perkebunan dan kehutanan, hingga perikanan dan kelautan.
“Hilirisasi menjadi kunci agar nilai tambah dari setiap komoditas bisa dinikmati langsung oleh masyarakat Jawa Timur,” tandasnya.
Dengan capaian ini, Jawa Timur tak hanya memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia, tetapi juga menjadi bukti bahwa iklim investasi yang kondusif mampu mendongkrak perekonomian sekaligus membuka lapangan kerja dalam jumlah besar.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
