Perayaan di Semolowaru ini tidak hanya menjadi ajang nostalgia kemerdekaan, tetapi juga terbukti mampu menggerakkan potensi masyarakat. Warga dari berbagai usia ikut serta, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Bahkan banyak pendatang dan penonton dari luar kelurahan yang datang hanya untuk menikmati atmosfer meriah karnaval.
Tradisi ini juga memberi dampak positif bagi perekonomian lokal. Pedagang kaki lima yang menjajakan makanan dan minuman di sepanjang rute karnaval kebanjiran pembeli. Kehadiran acara seperti ini membuat suasana kampung menjadi hidup, sekaligus mengingatkan bahwa semangat gotong royong adalah identitas bangsa Indonesia.
Surabaya Meriahkan HUT ke-80 RI dengan perayaan Karnaval Warga Semolowaru yang Jadi Magnet Wisata Lokal. Foto iNewsSurabaya/arif
Dengan semangat 80 tahun Indonesia merdeka, warga Surabaya membuktikan bahwa cinta tanah air bisa diwujudkan lewat kebersamaan dan kreativitas. Karnaval Semolowaru menjadi bukti bahwa perayaan HUT RI bukan hanya seremoni, melainkan juga momentum menjaga persatuan dan kebhinekaan.
Ketua RW 03 Semolowaru Surabaya, Puryanto mengatakan, dirinya sangat bangga dengan kekompakan warga yang menggelar karnaval secara ramai. "Saya bangga, warga sangat kompak menggelar karnaval semeriah ini. Mari kita jaga kebersamaan ini," ujarnya.
Ketua LPMK Semolowaru Surabaya, Sartono mengatakan, persatuan dengan warga menjadi hal yang paling penting. "Saya berharap semua warga menjaga persatuan. Mari kita jaga bersama," katanya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
