Gedung Grahadi Dibakar Massa, Gubernur Khofifah: Cagar Budaya Harus Dijaga, Bukan Dirusak

Lukman Hakim
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tak kuasa menahan rasa sedih usai Gedung Negara Grahadi yang menjadi ikon sejarah Jawa Timur dibakar massa aksi pada Sabtu malam (30/8/2025). Foto iNewsSurabaya/lukman

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, tak kuasa menahan rasa sedih usai Gedung Negara Grahadi yang menjadi ikon sejarah Jawa Timur dibakar massa aksi pada Sabtu malam (30/8/2025). Bangunan yang berstatus cagar budaya itu seharusnya dilestarikan, bukan justru dirusak.

“Gedung Grahadi adalah bagian dari warisan sejarah. Kita semua prihatin karena sisi barat bangunan juga dilempari bom molotov,” ujar Khofifah usai menghadiri Apel dan Doa Bersama Potensi Masyarakat Jatim untuk Kamtibmas Kondusif di Mapolda Jatim, Selasa (2/9/2025).

Aksi anarkis itu terjadi sekitar pukul 21.38 WIB. Lemparan molotov memicu kobaran api yang membakar kantor Wakil Gubernur serta ruang pers (pressroom). Suasana mencekam, asap pekat membumbung tinggi dari bangunan bersejarah yang berdiri sejak masa kolonial tersebut.

Padahal, setengah jam sebelum insiden, Khofifah bersama Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin sudah menemui perwakilan massa untuk berdialog. Bahkan, ia langsung menghubungi Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto agar mahasiswa yang ditahan segera dipulangkan.

“Sebagian besar, terutama anak-anak usia 15–16 tahun, sudah dipulangkan malam itu juga. Hingga pukul 01.30 WIB, keluarga datang menjemput,” jelasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network