Sementara itu, Nguyen Phuong Nam, Executive Vice President SNP, mengaku terkesan dengan kemajuan yang dicapai Teluk Lamong. Ia menilai bahwa integrasi digital dan otomatisasi di TTL sejalan dengan arah pengembangan pelabuhan global yang ingin dicapai Vietnam.
“Terminal Teluk Lamong menunjukkan bagaimana teknologi mampu meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga keberlanjutan. Ini menjadi pelajaran berharga bagi kami dalam merancang pelabuhan masa depan di Vietnam,” ungkap Nguyen.
Dengan semakin banyaknya pelabuhan internasional yang belajar ke Surabaya, posisi Teluk Lamong sebagai kandidat hub logistik Asia Tenggara semakin kuat. Kunjungan dari Vietnam ini juga menjadi sinyal bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tapi juga penyedia solusi logistik yang inovatif dan kompetitif di tingkat global.
Kegiatan benchmarking diakhiri dengan kunjungan lapangan, di mana tim SNP, RBS, dan TTL menyaksikan langsung bagaimana integrasi sistem digital dan peralatan semi-otomatis dijalankan secara real time dalam proses bongkar muat kontainer.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
