Keunggulan utama Bumbui terletak pada penggunaan rempah-rempah asli dan ekstrak daging murni, menjadikannya berbeda dari bumbu instan sejenis di pasaran.
“Kaldu ayam kami menggunakan ekstrak ayam asli, sementara kaldu sapi dibuat dari ekstrak tulang dan daging sapi. Untuk bumbu goreng, kami menambahkan rempah utuh seperti biji ketumbar dan bawang merah kering agar rasanya lebih nendang,” jelas Lany.
Selain menonjolkan rasa alami, produk Bumbui juga memiliki kandungan garam lebih rendah, menjadikannya pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin hidup sehat tanpa kehilangan kelezatan makanan.
Dengan harga terjangkau mulai Rp500 hingga Rp2.000 per sachet, Bumbui menyasar berbagai segmen, mulai dari ibu rumah tangga, mahasiswa, hingga pelaku usaha kuliner kecil. Distribusinya akan difokuskan di pasar tradisional Jawa Timur sebelum diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia.
“Kami ingin produk lokal ini bisa hadir di mana saja — dari rak toko hingga gerobak sayur di kampung. Harapan kami, Bumbui bisa menjadi bumbu andalan keluarga Indonesia,” tambahnya.
Diproduksi langsung di pabrik Surabaya, Bumbui membawa semangat untuk mengangkat cita rasa masakan Indonesia ke level modern, tanpa meninggalkan akar budaya dan kekayaan rempah Nusantara.
Dengan perpaduan inovasi, rasa autentik, dan harga bersahabat, Bumbui diyakini akan menjadi bumbu pilihan masyarakat Indonesia yang ingin memasak praktis, lezat, dan tetap bergizi.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
