Dokter Kulit Asal Surabaya Jadi Pembicara di Ajang Bergengsi Korea Derma 2025

Trisna Eka Adhitya
Dokter spesialis kulit asal Surabaya, dr. Henry Tanojo, Sp.DVE, FINSDV (tengah) menjadi salah satu pembicara dalam ajang Korea Derma 2025.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dokter asal Indonesia di kancah internasional. Dokter spesialis kulit asal Surabaya, dr. Henry Tanojo, Sp.DVE, FINSDV, dipercaya menjadi salah satu pembicara dalam ajang Korea Derma 2025, seminar dermatologi bergengsi yang digelar di Seoul, Korea Selatan.

Nama dr. Henry bukanlah sosok baru di dunia dermatologi dan estetika internasional. Sebelumnya, ia juga diundang menjadi pembicara dalam seminar dermatologi di Malaysia pada Agustus 2025 untuk memberikan pelatihan tentang teknik filler. Kini, di Korea Derma 2025, ia akan berbagi ilmu seputar teknik laser liposuction—prosedur sedot lemak dengan laser yang dapat membentuk kontur tubuh secara presisi.

“Banyak orang Indonesia ke Korea untuk sedot lemak, dan kebetulan saya akan sharing teknik laser liposuction di acara Korea Derma 2025,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon, Selasa (7/10/2025).

Dokter yang telah berpraktik sebagai spesialis kulit sejak 2013 itu juga berencana memperkenalkan teknik perawatan kulit yang dikembangkan di Melania Clinic, Jalan Kartini, Surabaya. Menurutnya, kualitas layanan perawatan kulit di Indonesia tidak kalah dengan negara lain.

“Salah satu teknik sedot lemak menggunakan laser yang tidak hanya menghilangkan lemak, tetapi juga membentuk kontur tubuh, akan saya presentasikan di sana,” ungkap dr. Henry, yang pernah meraih Rekor MURI tahun 2021 atas edukasi kesehatan kulit dan kelamin di Instagram dengan jumlah episode dan topik terbanyak.

Selain berbagi ilmu, dr. Henry juga menyoroti tantangan dunia perawatan kulit di Indonesia, terutama maraknya informasi menyesatkan di media sosial dan promosi berlebihan dari pihak yang tidak berkompeten.

“Sekarang banyak sekali overclaim. Ada yang bukan ahlinya tapi merasa kompeten, ditambah kepentingan industri yang membuat apa pun dijual hanya karena bisa menghasilkan,” ujarnya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar lebih selektif memilih produk perawatan kulit. Meski suatu produk memiliki izin edar, belum tentu cocok untuk semua jenis kulit.

“Kalau ragu, sebaiknya konsultasi langsung ke dokter kulit. Itu jauh lebih aman daripada hanya mengikuti rekomendasi yang belum tentu tepat,” pesannya.

 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network