Sebagai langkah pencegahan jangka panjang, Pemkot Surabaya juga akan memanfaatkan rumah-rumah eks lokalisasi yang telah dibeli pemerintah untuk kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
“Rumah-rumah yang sudah kami beli akan dijadikan tempat kegiatan warga, seperti posko Karang Taruna atau aktivitas anak muda. Kalau lingkungannya ramai dengan kegiatan positif, tidak akan ada ruang untuk praktik prostitusi,” jelas Eri.
Eri Cahyadi juga mengimbau warga Surabaya untuk aktif melaporkan apabila menemukan aktivitas mencurigakan, termasuk praktik prostitusi terselubung di lingkungan mereka.
“Saya minta bantuan seluruh warga Surabaya. Kalau menemukan praktik negatif, segera laporkan. Termasuk tempat-tempat seperti panti pijat yang disalahgunakan. Surabaya ini rumah kita bersama, ayo kita jaga bareng-bareng,” serunya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menjaga keamanan kota hanya bisa terwujud dengan kebersamaan dan gotong royong masyarakat.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dengan pengawasan bersama, waskat masyarakat akan jauh lebih efektif dalam menjaga Surabaya dari aktivitas negatif,” tutupnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
