MALANG, iNewsSurabaya.id – Konflik berkepanjangan yang melibatkan Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) menyisakan kisah mencekam bagi para dosen dan mahasiswa. Mereka menjadi saksi langsung bagaimana kampus yang seharusnya menjadi tempat belajar, justru berubah menjadi arena ketegangan akibat perebutan kepemilikan yayasan.
Menurut kesaksian Romadhon, salah satu dosen Unikama, peristiwa itu memuncak pada 9 September 2025. Sekitar pukul 05.00 WIB, sekelompok orang yang diduga dari kubu Christea bersama sejumlah pria tak dikenal mendatangi kampus tanpa izin resmi.
“Sekitar seratus orang tiba-tiba masuk ke area kampus dan menerobos ruang yayasan. Saat itu suasananya benar-benar mencekam. Mahasiswa dan dosen merasa resah,” ujar Romadhon, mengenang peristiwa tersebut.
Ia menambahkan, ketegangan kembali meningkat pada 15 September 2025, ketika sejumlah mahasiswa yang tidak tahan dengan situasi itu akhirnya memberanikan diri mengusir para tamu tak diundang tersebut dari area kampus.
“Ini mencoreng dunia pendidikan. Kampus seharusnya menjadi tempat aman untuk menuntut ilmu, bukan ajang konflik,” tegas Romadhon.
Senada dengan pernyataan sang dosen, Mulyono, salah satu mahasiswa Unikama, mengaku ikut merasakan ketegangan tersebut.
“Miris rasanya, kampus tempat kami belajar malah jadi tempat mangkal orang-orang tak dikenal. Ini benar-benar di luar nalar,” tuturnya dengan nada kecewa.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
