SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Upaya mewujudkan Surabaya sebagai kota yang lebih bersih terus digencarkan. Salah satu langkah terbaru adalah penerapan Program Surabaya Bebas Sampah Popok dan Pembalut, yang mulai berjalan dan langsung mendapat respons positif dari warga. Banyak ibu muda menyebut program ini sebagai angin segar untuk membantu mereka menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menghemat pengeluaran.
Program yang diinisiasi BUMBI PT Cinta Segara Indonesia bersama Pemerintah Kota Surabaya ini menggandeng berbagai pihak, termasuk Dompet Dhuafa, untuk memberikan edukasi langsung kepada masyarakat. Kegiatan perdananya berlangsung di Puskesmas Tambakrejo, Kecamatan Simokerto, dengan melibatkan puluhan ibu dan balita dari wilayah Tambaksari.
Pada tahap awal, program ini memberikan pendampingan kepada 40 keluarga yang memiliki anak usia 0–3 tahun, terutama dari kalangan menengah ke bawah. Mereka mendapat edukasi tentang pemakaian produk pakai ulang seperti cloth diaper dan pembalut reusable sebagai alternatif ramah lingkungan yang dapat mengurangi timbunan sampah popok yang selama ini mencemari sungai dan lingkungan kota.
Program Surabaya Bebas Sampah Popok dan Pembalut mulai berjalan. Puluhan ibu di Tambaksari mendapat edukasi penggunaan popok pakai ulang untuk kurangi limbah dan pengeluaran keluarga. Foto iNewsSurabaya/ist
Banyak peserta mengaku baru memahami bahwa satu popok sekali pakai bisa membutuhkan puluhan tahun untuk terurai. Melalui sesi edukasi, para ibu diajak melihat langsung perbedaan dampak lingkungan antara produk sekali pakai dan model pakai ulang yang lebih ekonomis.
Muhammad Rizzqi Aladib, Pimpinan Cabang Dompet Dhuafa Jawa Timur, menyampaikan bahwa program ini tidak hanya sekadar kampanye kebersihan, tetapi juga membawa manfaat ekonomi bagi keluarga.
“Melalui kolaborasi bersama Dompet Dhuafa dan Wahana Visi Indonesia, kegiatan ini tidak hanya menekankan perubahan perilaku konsumsi, tetapi juga membuka peluang dampak ekonomi jangka panjang bagi keluarga penerima manfaat. Penggunaan popok pakai ulang dapat menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus menjaga kebersihan lingkungan,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
