Stabilitas Makroekonomi Jadi Modal Utama Jatim Gaet Investor

Lukman Hakim
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jatim, Ibrahim. (Foto : ist).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Investasi terus menjadi salah satu motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi Jawa Timur (Jatim). Selain mendorong peningkatan produktivitas, investasi juga berperan penting dalam menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jatim, Ibrahim, mengatakan stabilitas makroekonomi yang terjaga menjadi modal utama dalam meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Jatim.

Menurutnya, posisi strategis Jatim sebagai gerbang kawasan Indonesia Timur, didukung infrastruktur yang terus berkembang dan struktur ekonomi yang tangguh, menjadi daya tarik tersendiri bagi para investor.

"Investor tidak mencari daerah yang sempurna. Investor mencari daerah yang responsif, kolaboratif, dan memiliki komitmen kuat untuk terus berbenah. Jatim memiliki modal tersebut," ujar Ibrahim, Jumat (26/6/2026).

Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah menghadirkan investasi yang lebih berkualitas, mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat hilirisasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Tantangan ke depan adalah menghadirkan investasi yang semakin berkualitas, mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat hilirisasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jatim, Horas V.M. Tarihoran, menegaskan pentingnya memperluas akses pembiayaan melalui sektor jasa keuangan guna mendukung investasi, pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan inklusi keuangan di daerah.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menekankan bahwa investasi yang berkualitas harus berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan, peningkatan daya saing daerah, dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Khofifah, sejumlah langkah strategis perlu dipercepat, mulai dari penyelesaian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), Lahan Baku Sawah (LBS), dan Lahan Sawah Dilindungi (LSD), sinkronisasi tata ruang, pengembangan kawasan industri, penguatan proyek Investment Project Ready to Offer (IPRO), hingga penyelesaian berbagai hambatan investasi.

“Seluruh langkah tersebut merupakan bagian dari strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Jatim yang lebih tinggi, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network