Polda Jatim Petakan Potensi Longsor dan Kecelakaan di Kawasan Wisata Jatim

Lukman Hakim
Ditpamobvit Polda Jatim meninjau salah satu lokasi wisata di Situbondo. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Direktorat Pengamanan Objek Vital (Ditpamobvit) Polda Jawa Timur (Jatim) terus memetakan potensi kerawanan di sejumlah destinasi wisata di Jatim. Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat aspek keamanan, ketertiban, dan keselamatan wisatawan.

Pemetaan dilakukan melalui kegiatan risk assessment atau penilaian risiko di berbagai kawasan wisata. Tim menilai sejumlah aspek yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), maupun risiko kecelakaan bagi pengunjung.

Kasubdit VIP Ditpamobvit Polda Jatim sekaligus Kepala Tim Risk Assessment, AKBP Mohammad Sinwan, mengatakan pemetaan difokuskan pada identifikasi celah keamanan yang perlu segera dibenahi oleh pengelola destinasi wisata.

“Produk yang kami buat dikemas dalam bentuk saran dan rekomendasi konkret kepada pihak pengelola,” ujar Sinwan saat meninjau salah satu lokasi wisata di Situbondo, Selasa (11/8/2026).

Sejumlah destinasi yang telah menjalani penilaian antara lain Bee Jay Bakau Resort di Probolinggo, Pantai Utama Raya di Situbondo, serta sejumlah lokasi wisata di Banyuwangi, Bondowoso, Magetan, dan daerah lainnya.

Dari hasil penilaian tersebut, tim menemukan sejumlah titik yang dinilai membutuhkan pembenahan untuk meningkatkan keselamatan pengunjung.

“Ada beberapa lokasi wisata yang perlu diperbaiki untuk keselamatan pengunjung dan sudah kami imbau kepada pihak pengelola,” katanya.

Menurut Sinwan, beberapa aspek yang menjadi perhatian utama meliputi fasilitas keselamatan fisik, penataan kawasan, pengelolaan parkir, hingga sistem pengawasan.

Salah satu temuan berkaitan dengan penataan kantong parkir yang belum optimal. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu arus lalu lintas, termasuk akses utama dan jalur evakuasi apabila terjadi keadaan darurat.

“Ada penataan kantong parkir yang belum rapi dan berpotensi memicu kemacetan di jalur evakuasi atau akses utama,” ujarnya.

Selain penataan kawasan, sistem pengawasan juga menjadi perhatian. Polda Jatim mendorong pengelola untuk menambah dan mengoptimalkan kamera pengawas atau CCTV, khususnya di sejumlah area yang masih memiliki blind spot.

“Untuk sistem pengawasan perlu penambahan dan optimalisasi jaringan kamera CCTV di area-area buta (blind spot) untuk memantau pergerakan pengunjung,” kata Sinwan.

Selain potensi kerawanan infrastruktur, Polda Jatim juga memetakan sejumlah kawasan wisata yang memiliki risiko bencana alam maupun kecelakaan lalu lintas. Beberapa di antaranya kawasan Gunung Semeru, Gunung Bromo, Pacet Mojokerto, serta wilayah Malang Raya.

“Wilayah-wilayah tersebut diprediksi memiliki potensi kerawanan berupa tanah longsor dan kecelakaan lalu lintas akibat jalur yang ekstrem,” jelasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network