Neraca Perdagangan Jatim Defisit USD3,44 Miliar, Impor Tembus USD19,52 Miliar

Lukman Hakim
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengikuti Misi Dagang dan Investasi Jatim di Jeddah, Arab Saudi. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Neraca perdagangan Jawa Timur (Jatim) masih mencatat defisit cukup besar sepanjang Januari-Juli 2026. Nilai impor yang jauh lebih tinggi dibandingkan ekspor membuat neraca perdagangan Jatim mengalami defisit mencapai USD3,44 miliar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, selama Januari-Juli 2026 nilai impor Jatim mencapai USD19,52 miliar. Sementara nilai ekspor hanya sebesar USD16,08 miliar. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar USD3,44 miliar antara nilai impor dan ekspor Jatim.

Defisit tersebut terutama berasal dari perdagangan sektor migas. Pada Januari-Juli 2026, defisit neraca perdagangan migas mencapai USD3,43 miliar. Sementara sektor nonmigas juga masih mencatat defisit, meski jauh lebih kecil, yakni sekitar USD8,81 juta.

Kondisi tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan Jatim terhadap produk impor, di tengah upaya meningkatkan ekspor untuk memperkuat neraca perdagangan daerah.

Dari sisi struktur impor, kebutuhan Jatim sepanjang Januari-Juli 2026 masih didominasi bahan baku dan barang penolong. Nilai impor kelompok tersebut mencapai USD15,57 miliar atau sekitar 79,75 persen dari total impor Jatim.

Selanjutnya, impor barang konsumsi mencapai USD2,17 miliar atau memberikan kontribusi 11,11 persen. Sementara impor barang modal tercatat USD1,78 miliar dengan kontribusi sebesar 9,14 persen.

Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa sebagian besar impor Jatim masih berkaitan dengan kebutuhan bahan baku dan penolong untuk aktivitas produksi.

Di tengah defisit perdagangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jatim berupaya memperluas pasar ekspor melalui penguatan kerja sama perdagangan dengan negara mitra.

Salah satunya dilakukan melalui Misi Dagang dan Investasi Jatim di Jeddah, Arab Saudi, Kamis (24/9/2026). Forum business matching yang mempertemukan pelaku usaha Jatim dan Arab Saudi itu mencatat potensi transaksi mencapai Rp6,7 triliun.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan nilai potensi transaksi tersebut menunjukkan masih terbukanya peluang untuk memperluas pasar produk Jatim di Arab Saudi.

“Dari proses kurasi, business matching secara daring yang dilakukan berkali-kali, hingga one-on-one meeting, nilai potensi transaksi yang tercatat mencapai Rp6,7 triliun,” kata Khofifah.

Menurutnya, komitmen transaksi tersebut perlu ditindaklanjuti melalui pembahasan mengenai kebutuhan produk, kapasitas pasokan, serta ketentuan perdagangan yang berlaku di kedua negara.

“Mudah-mudahan apa yang sudah menjadi komitmen bersama dapat kita tindak lanjuti dengan tetap memperhatikan dinamika regulasi di kedua negara,” ujarnya.

Hubungan perdagangan Jatim dengan Arab Saudi sendiri menunjukkan posisi yang berbeda dibandingkan neraca perdagangan Jatim secara keseluruhan.

Pada Januari-Juni 2026, ekspor Jatim ke Arab Saudi mencapai USD74,68 juta. Sementara impor dari Arab Saudi tercatat USD24,28 juta.

Dengan demikian, perdagangan Jatim dengan Arab Saudi mencatat surplus USD50,40 juta pada periode tersebut. Sejumlah komoditas yang diekspor Jatim ke Arab Saudi antara lain olahan ikan, kayu dan barang dari kayu, kopi, teh dan rempah-rempah, bahan kimia organik, serta kertas dan karton.

Sementara komoditas yang diimpor dari Arab Saudi meliputi plastik dan barang dari plastik, bahan kimia organik, berbagai produk kimia, buah-buahan, serta filamen buatan.

“Angka perdagangan ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi Jatim dan Arab Saudi sudah memiliki fondasi. Sekarang kita ingin memperluas dan memperdalamnya, dari perdagangan menjadi investasi dan kemitraan rantai pasok,” kata Khofifah.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network