Gubernur Khofifah Dorong Kerja Sama SDM dan Ekspor dengan RRT
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa memenuhi undangan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya, Ye Su, dalam pertemuan yang digelar di Konsulat Jenderal RRT di Surabaya.
Dalam pertemuan tersebut, Khofifah dan Konsul Jenderal Ye Su membahas penguatan kerja sama antara Pemprov Jatim dan Pemerintah RRT, khususnya di bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) dan perdagangan.
Beberapa agenda yang dibicarakan meliputi pengembangan SDM melalui pemberian beasiswa bagi pelajar, pelatihan guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), kerja sama sektor manufaktur, serta peluang peningkatan ekspor produk unggulan Jatim, termasuk sarang burung walet ke Tiongkok.
Terkait pengembangan SDM, Khofifah menjelaskan bahwa Jatim telah menyiapkan ekosistem pendidikan melalui pengelolaan sekolah-sekolah unggulan berasrama yang berorientasi pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan daya saing global.
“Penguatan pendidikan menengah di Jatim berjalan selaras dengan kebutuhan pendidikan tinggi, sehingga transisi siswa dari SMA ke perguruan tinggi dapat berlangsung lebih efektif dan berkeadilan,” ujar Khofifah, Minggu (4/1/2026).
Ia menambahkan, sistem penerimaan mahasiswa di Indonesia terdiri dari jalur tes dan non-tes, yang pada jalur non-tes menitikberatkan pada prestasi akademik maupun non-akademik siswa.
“Pengumuman jalur tanpa tes dilakukan pada bulan Maret dan dinilai berdasarkan prestasi. Sejak 2020 hingga 2025, siswa Jatim konsisten menjadi yang terbanyak diterima di perguruan tinggi negeri, baik melalui jalur tes maupun non-tes,” katanya.
Khofifah juga menyebutkan, Pemprov Jatim saat ini mengelola enam sekolah berasrama yang dirancang untuk mencetak calon pemimpin masa depan. Sekolah-sekolah tersebut dinilai siap menjadi basis penyiapan penerima beasiswa internasional, termasuk ke Tiongkok.
“Ketika ada peluang beasiswa internasional, termasuk ke Tiongkok, kami bisa menyiapkan calon-calon terbaik dari sekolah-sekolah ini,” ujarnya.
Di bidang perdagangan, Khofifah berharap kerja sama antara Jatim dan RRT dapat diarahkan pada pengembangan sektor manufaktur serta peningkatan ekspor produk unggulan daerah. Menurutnya, Jatim memiliki basis industri yang kuat dan siap menjadi mitra strategis dalam pengembangan manufaktur.
Pada triwulan III tahun 2025, kontribusi industri manufaktur Jatim tercatat sebesar 31,16 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional.
Sementara itu, untuk sektor ekspor, Khofifah menyoroti potensi sarang burung walet sebagai salah satu komoditas unggulan yang memiliki peluang besar di pasar Tiongkok. Ia mendorong peningkatan kualitas produk serta pemenuhan standar ekspor internasional, termasuk ketentuan karantina.
“Sarang burung walet merupakan peluang besar bagi Jatim. Dengan standar yang tepat dan kerja sama yang kuat, kami optimistis ekspor ke Tiongkok dapat terus ditingkatkan,” ucapnya.
Konsul Jenderal Ye Su menyambut baik penguatan kerja sama strategis dengan Tiongkok, khususnya di sektor pendidikan dan perdagangan. Menurutnya, langkah-langkah yang dilakukan Jatim menunjukkan keseriusan dalam menyiapkan SDM sekaligus memperluas peluang kolaborasi internasional.
Editor : Arif Ardliyanto