Khofifah Dorong Pramuka Jatim Ambil Peran Perkuat Ketahanan Pangan

Lukman Hakim
Gubernur Jatim sekaligus Kamabida Gerakan Pramuka Jatim, Khofifah Indar Parawansa menghadiri Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Lapangan Rektorat Unesa. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Gubernur Jawa Timur (Jatim) sekaligus Ketua Majelis Pembimbing Daerah (Kamabida) Gerakan Pramuka Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mendorong  Pramuka berperan dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan pengabdian pada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan melalui amanat Khofifah yang dibacakan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Jatim, HM Arum Sabil, dalam Apel Peringatan Hari Pramuka ke-65 di Lapangan Rektorat Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Rabu (2/9/2026).

Khofifah mengatakan, Gerakan Pramuka memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Melalui berbagai kegiatan, anggota dilatih untuk memimpin, bekerja sama, memecahkan persoalan, hidup mandiri, menjaga lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Menurut Khofifah, keterlibatan generasi muda dalam ketahanan pangan menjadi semakin penting karena Jatim memiliki posisi strategis dalam mendukung ketersediaan pangan nasional.

Berdasarkan data BPS Jatim yang dirilis 2 Februari 2026, luas panen padi di Jatim sepanjang 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare dengan produksi 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG). Angka tersebut meningkat 12,60 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan setara sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi.

Sementara itu, potensi produksi padi Jatim pada Januari-Oktober 2026 diperkirakan mencapai 9,86 juta ton GKG atau meningkat 5,13 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Capaian tersebut semakin memperkuat posisi Jatim dalam menjaga ketahanan pangan nasional. 

“Karena itu, Gerakan Pramuka harus ikut mengambil bagian melalui kegiatan yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” terangnya.

Sementara itu, Kwarda Pramuka Jatim melakukan pengembangan benih unggul. Ketua Kwarda Pramuka Jatim HM Arum Sabil mengatakan program ketahanan pangan yang dijalankan anggota tidak lagi sebatas menghasilkan bahan pangan untuk konsumsi, tetapi mulai diarahkan pada pengembangan benih.

“Kita sudah bukan hanya menghasilkan pangan untuk diproduksi dan dikonsumsi, tapi juga sudah membuat benih-benih unggul,” kata Arum.

Salah satu benih yang dikembangkan adalah benih jagung berlabel KIP atau Kolaborasi Inovasi Polri. Menurut Arum, pengembangan benih menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan program ketahanan pangan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Kwarda Pramuka Jatim terus mendorong agar program ketahanan pangan dapat berkembang melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dalam pengembangan inovasi dan hasil pertanian,” ujarnya.

Wakil Ketua I Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarda Pramuka Jatim, Arumi Bachin, mengatakan program ketahanan pangan menjadi salah satu fokus dalam rangkaian peringatan Hari Pramuka ke-65. Program tersebut dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah di Jatim.

“Sudah berjalan cukup lama untuk program bedah rumahnya dan ditambah dengan ketahanan pangan yang luar biasa, serentak yang ada di Jatim,” kata Arumi.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network