SUMENEP, iNewsSurabaya.id — Lebih dari 1.000 warga Pulau Giliraja, Kabupaten Sumenep, antusias menyaksikan pagelaran kerapan sapi betina yang digelar secara mandiri oleh masyarakat.
Mengusung tema “Merawat Bumi, Menjaga Jagat”, kegiatan tersebut berlangsung di kediaman Selor Margosono dan diikuti tujuh rombongan komunitas kerapan sapi betina.
Bagi masyarakat Giliraja, kegiatan tersebut bukan sekadar hiburan. Kerapan sapi betina menjadi bagian dari warisan budaya yang terus dirawat dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Ketua pelaksana kegiatan, Selor Margosono, mengatakan pagelaran tersebut digelar dengan semangat mempertahankan warisan leluhur sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga Pulau Giliraja.
“Yang paling utama adalah mempertahankan warisan leluhur. Selain itu, kegiatan ini menjadi momentum untuk menjalin silaturahmi antarwarga pulau sekaligus memperkenalkan budaya dan seni kerapan sapi kepada masyarakat luas,” ujar Selor.
Menurut Selor, tema “Merawat Bumi, Menjaga Jagat” sengaja diangkat untuk mengingatkan bahwa tradisi masyarakat tidak lahir dari ruang kosong. Kerapan sapi betina memiliki hubungan dengan kehidupan agraris masyarakat Madura, ketika sapi menjadi bagian dari aktivitas mengolah tanah dan membajak lahan.
Editor : Vitrianda Hilba Siregar
Artikel Terkait
