SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) menggelar Program Sajadah Vena di Pondok Pesantren Al Jihad, Surabaya.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman santri mengenai varises vena, faktor risiko penyakit kardiovaskular, serta pentingnya deteksi dini.
Edukasi yang diberikan dokter spesialis jantung Abraham Ahmad Ali Firdaus bersama tim menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta. Berdasarkan evaluasi Materi C terhadap lima santri putri berusia 19-23 tahun, rata-rata nilai tes meningkat dari 88 pada tes awal menjadi 92 pada tes akhir.
Kenaikan tersebut mencapai sekitar 4,5 persen. Dari lima peserta, tiga mengalami peningkatan nilai, satu mempertahankan nilai, dan satu lainnya mengalami penurunan.
Jumlah peserta yang meraih nilai sempurna juga bertambah. Pada tes awal, hanya satu peserta yang memperoleh nilai 100. Setelah mengikuti edukasi, jumlahnya meningkat menjadi empat peserta.
“Peningkatan nilai tes menunjukkan adanya perubahan pemahaman setelah materi diberikan. Namun, hasil ini masih menjadi capaian awal yang perlu diperkuat melalui edukasi dan pemantauan secara berkelanjutan,” kata Abraham Ahmad Ali Firdaus, dr., Sp.JP, FIHA, dokter spesialis jantung sekaligus dosen Fakultas Kedokteran Unusa, Rabu (2/9/2026).
Program Sajadah Vena dirancang berdasarkan aktivitas sehari-hari di lingkungan pesantren yang memungkinkan santri maupun pengurus duduk atau berdiri dalam waktu lama.
Dalam edukasi tersebut, santri dikenalkan dengan sejumlah tanda awal varises, seperti kaki terasa berat, pegal, nyeri, bengkak, hingga munculnya pembuluh darah yang terlihat menonjol.
Tim juga memberikan langkah pencegahan sederhana, antara lain menghindari posisi statis terlalu lama, melakukan peregangan tungkai, menjaga aktivitas fisik, dan mengendalikan berat badan.
Materi turut mengaitkan kesehatan vena dengan faktor risiko penyakit kardiovaskular, termasuk pola makan, kebiasaan merokok, tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol.
“Keluhan pada kaki sering dianggap sebagai hal biasa. Padahal, tanda-tanda tersebut perlu dikenali agar masyarakat dapat melakukan pencegahan dan pemeriksaan lebih awal,” ujar Abraham.
Selain edukasi, Sajadah Vena mengedepankan pendekatan deteksi dini melalui Pos Pembinaan Terpadu Penyakit Tidak Menular (Posbindu PTM).
Peserta mendapatkan informasi awal mengenai kondisi kesehatan melalui pengukuran tekanan darah dan pemeriksaan faktor risiko metabolik. Jika ditemukan keluhan atau hasil pemeriksaan yang memerlukan perhatian, peserta diarahkan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
