Lebih dari 1.000 Warga Giliraja Antusias Saksikan Kerapan Sapi Betina

Vitrianda Hilba Siregar
Lebih dari 1.000 warga Pulau Giliraja, Kabupaten Sumenep, antusias menyaksikan pagelaran kerapan sapi betina yang digelar secara mandiri oleh masyarakat. Foto: ist

Karena itu, merawat tradisi juga berarti merawat ingatan kolektif tentang hubungan manusia dengan tanah dan alam yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

“Kalau bicara sapi betina, kita tidak bisa melepaskannya dari kehidupan masyarakat yang dekat dengan pertanian. Dahulu sapi digunakan untuk membantu membajak dan mengolah tanah. Jadi, merawat tradisi ini juga berarti menjaga hubungan kita dengan bumi, dengan kehidupan dan dengan warisan leluhur,” katanya.

Kaitan tersebut memiliki pijakan dalam sejarah budaya Madura. Direktorat Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud mencatat bahwa tradisi sapi sonok berkembang dari kultur agraris masyarakat Madura.



Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2 3 4

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network