Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo Masih Tertutup Longsor, Pengendara Dialihkan ke Jalur Alternatif
TRENGGALEK, iNewsSurabaya.id – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak meninjau langsung lokasi bencana tanah longsor yang menutup akses Jalan Nasional Trenggalek–Ponorogo di KM 16, Desa Nglinggis, Kecamatan Tugu, Trenggalek, Kamis (5/3/2026).
Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan serta pembersihan material longsor berjalan optimal. Sehingga jalur utama penghubung Trenggalek–Ponorogo dapat segera dibuka kembali.
Berdasarkan laporan di lapangan, tanah longsor terjadi pada Selasa (3/3) sekitar pukul 17.30 WIB. Material longsor berupa batu berukuran besar menutup seluruh badan jalan di Dusun Pacar, Desa Nglinggis. Sehingga jalur nasional tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.
“Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Karena itu proses pembersihan harus dilakukan secara hati-hati mengingat material longsor berupa batu besar yang membutuhkan alat berat untuk pemindahannya,” ujar Emil saat meninjau lokasi.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus berkoordinasi dengan berbagai pihak agar proses penanganan dapat dilakukan secepat mungkin tanpa mengabaikan faktor keselamatan petugas maupun pengguna jalan.
Menurutnya, koordinasi dilakukan antara BPBD Kabupaten Trenggalek, BPBD Provinsi Jawa Timur, Basarnas, Dinas PU Bina Marga Jatim, serta Satuan Kerja Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Jawa Timur–Bali untuk mendatangkan alat berat guna memecah dan menyingkirkan material batu yang menutup badan jalan.
Emil juga memastikan bahwa hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian tersebut. Meski demikian, dampak longsor menyebabkan jalur utama Trenggalek–Ponorogo harus ditutup sementara hingga proses pembersihan material selesai dilakukan.
“Hingga hari ini jalan masih ditutup sementara karena proses pembersihan dan pemecahan material batu masih berlangsung. Kami mohon masyarakat memahami kondisi ini demi keselamatan bersama,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Emil juga menemui sejumlah sopir truk yang sempat terjebak akibat tertutupnya jalur tersebut. Ia memberikan penjelasan secara langsung mengenai kondisi di lapangan sekaligus mengimbau para pengemudi untuk bersabar hingga proses pembersihan selesai.
“Kami memahami situasi ini tentu berdampak pada aktivitas para pengemudi. Namun keselamatan harus menjadi prioritas utama. Kami mohon kesabaran bapak-bapak semua karena proses pembersihan material batu besar ini membutuhkan kehati-hatian agar tidak menimbulkan risiko baru,” ujarnya.
Untuk sementara waktu, masyarakat dan pengguna jalan yang hendak melintas dari Trenggalek menuju Ponorogo maupun sebaliknya diminta menggunakan jalur alternatif yang tersedia.
Editor : Arif Ardliyanto