Untuk UMKM Keripik Tempe Sagu: Mesin pencuci dan pemisah kulit ari kedelai, Mesin pemotong tempe otomatis dan Mesin pengemas produk siap jual
Teknologi ini membuat produksi lebih bersih dan konsisten, serta menurunkan cacat produk hingga 3%. Dampak program terlihat nyata: dalam satu bulan, produktivitas meningkat 5–7%, efisiensi kerja naik 20%, dan omzet ikut merangkak naik.
Tak hanya soal mesin, pelaku UMKM juga mendapat pelatihan keuangan dan pemasaran.
Primasa Minerva menekankan pentingnya pengelolaan keuangan agar usaha berkembang secara berkelanjutan.
UM Turun ke Desa dengan membuat Teknologi Tepat Guna untuk mendongkrak UMKM Kediri Naik Kelas sehingga produksi yang diciptakan berkualitas. Foto iNewsSurabaya/ist
Para pelaku usaha diajari: pencatatan keuangan digital, perhitungan harga pokok produksi, membangun identitas merek berbasis potensi lokal.
“Cerita lokal, kualitas, dan konsistensi adalah kunci supaya produk UMKM bisa masuk ritel modern,” ujarnya.
Dari sisi pemasaran, Wulan Trisnawati membantu merancang kemasan baru yang lebih higienis dan menarik. Ia juga mendampingi pelaku usaha memperkuat promosi digital di media sosial dan marketplace dengan mengusung narasi “pangan sehat berbasis potensi lokal Kediri.”
Mahasiswa Ikut Turun Lapangan
Sementara empat mahasiswa Pendidikan Teknik Otomotif UM juga ikut dalam program melalui skema rekognisi SKS. Mereka belajar langsung merancang mesin, memberi pelatihan teknis, hingga membuat konten digital untuk UMKM. Keikutsertaan mahasiswa ini membuat program tidak hanya berdampak bagi UMKM, tetapi juga memperkaya pengalaman belajar mahasiswa.
Kabupaten Kediri selama ini dikenal dengan hasil olahan ubi kayu. Program pemberdayaan ini menjadi contoh bagaimana teknologi, manajemen, dan inovasi bisa mengangkat potensi lokal menjadi produk unggulan daerah. Model pendampingan ini juga dapat direplikasi di wilayah lain untuk mendorong UMKM naik kelas.
Tim UM menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) DIKTI Saintek serta LPPM Universitas Negeri Malang yang telah memberikan dukungan penuh.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
