KEDIRI, iNewsSurabaya.id – Upaya meningkatkan daya saing UMKM di Kediri mendapat angin segar. Bukan hanya dari pemerintah daerah, dorongan juga datang dari kalangan kampus yang melihat potensi besar pelaku usaha kecil jika didampingi dengan teknologi tepat guna (TTG).
Salah satu yang terjun langsung adalah tim dosen Universitas Negeri Malang (UM). Mereka membawa program pemberdayaan yang menyasar dua UMKM unggulan di Desa Cerme, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri: UMKM Kerupuk Sermier “Artma” milik Ibu Umi dan UMKM Keripik Tempe Sagu milik Ibu Siti Tianah. Kegiatan berlangsung selama sebulan, mulai 15 September hingga 15 Oktober 2025, dengan dukungan Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Kediri.
Program ini dipimpin Dr. Dani Irawan, M.Pd., ahli Teknologi Tepat Guna dari Fakultas Teknik UM. Ia menggandeng dua pakar lain: Primasa Minerva Nagari, M.Pd., Ph.D., pakar ekonomi dan keuangan dan Wulan Trisnawati, M.Pd., ahli desain penelitian dan pemberdayaan masyarakat.
Tim UM Turun ke Desa dengan membuat Teknologi Tepat Guna untuk mendongkrak UMKM Kediri Naik Kelas sehingga produksi yang diciptakan berkualitas. Foto iNewsSurabaya/ist
Kolaborasi lintas ilmu inilah yang membuat pendampingan terasa menyeluruh mulai dari teknologi produksi, manajemen usaha, hingga branding dan pemasaran.
“Penerapan TTG bukan sekadar mengganti cara manual dengan mesin, tetapi membangun cara pandang baru soal efisiensi dan kualitas,” kata Dr. Dani.
Setiap UMKM mendapat rangkaian inovasi yang disesuaikan dengan karakter usahanya. Untuk UMKM Kerupuk Sermier “Artma”: Mesin pencetak kerupuk otomatis, Mesin pengaduk bumbu dan Mesin pengemasan higienis
Hasilnya, kapasitas produksi naik menjadi 40 kg per jam, sementara proses kerja menjadi 20% lebih cepat.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
