Dinas Kesehatan melaporkan adanya peningkatan signifikan dalam kualitas Kampung KB di tahun 2025. Hasil terbaru menunjukkan: 15 Kampung KB berstatus Berkembang dan 14 Kampung KB berstatus Berkelanjutan
Peningkatan ini mencerminkan keseriusan warga dan kader dalam menjalankan berbagai program Kesehatan, KB, hingga pemberdayaan perempuan dan keluarga.
Wali Kota Tekankan Digitalisasi Pelayanan Keluarga
Dalam sambutannya, Wali Kota Aminuddin menyebut pentingnya menyesuaikan pelayanan KB dan kesehatan dengan perkembangan teknologi.
“Keluarga berencana bukan hanya soal alat kontrasepsi. Ini menyangkut program-program PKK yang menyentuh langsung kebutuhan keluarga,” tegasnya.
Lomba Kampung KB Berkualitas 2025 menetapkan enam kelurahan terbaik. Kebonsari Kulon menjadi juara dan mewakili kota di tingkat provinsi. Berikut daftar lengkapnya. Foto iNewsSurabaya/amin
Ia juga menyoroti pentingnya sistem informasi digital sebagai fondasi pelayanan modern. “Kami sudah membagikan perangkat Android. Semua sistem informasi harus bergerak dari bawah, dari kampung,” tambahnya.
Setelah melalui proses penilaian pada 6–20 November 2025, berikut daftar pemenang yang diumumkan Dinas Kesehatan:
Daftar Juara Kampung KB Berkualitas 2025
Juara 1: Kelurahan Kebonsari Kulon
(akan mewakili Kota Probolinggo ke tingkat provinsi)
Juara 2: Kelurahan Curah Grinting
Juara 3: Kelurahan Sumber Taman
Harapan 1: Kelurahan Wiroborang
Harapan 2: Kelurahan Kademangan
Harapan 3: Kelurahan Jrebeng Kulon
Kemenangan ini disambut penuh haru dan kegembiraan oleh para kader yang hadir. Banyak yang mengaku bangga karena kerja keras mereka mendapat pengakuan langsung dari pemerintah kota.
Dinas Kesehatan menegaskan bahwa program PKK Sehat Lestari bukan hanya agenda tahunan, tetapi gerakan berkelanjutan yang menyasar langsung rumah tangga dan lingkungan terkecil.
Strateginya mencakup: Penguatan kader PKK dan IMP, Pendampingan berkelanjutan di setiap kelurahan, Peningkatan partisipasi masyarakat dan Kolaborasi lintas sektor, termasuk UMKM dan organisasi warga
Acara puncak ditutup meriah melalui bazar UMKM yang menghadirkan produk-produk lokal dari seluruh kecamatan di Kota Probolinggo. Kehadiran UMKM menjadi simbol bahwa kesehatan, ekonomi, dan kemandirian keluarga berjalan berdampingan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
