Menuju Net Zero 2060, Industri Jatim Percepat Penggunaan Energi Surya

Hendro Djatmiko
Sejumlah perusahaan besar seperti Avia Avian dan Pakarti Riken telah mengadopsi PLTS. Disperindag Jatim dorong percepatan transformasi energi bersih. Foto iNewsSurabaya/hendro

SURABAYA, iNewsSurabaya.id — Upaya memperkuat sektor industri Jawa Timur memasuki babak baru. Pemerintah provinsi kini menempatkan Industri Hijau sebagai salah satu poros utama pemberdayaan pelaku usaha. Langkah ini kembali ditegaskan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim dalam forum media gathering SUN Energy di Boncafe Kupang Indah, Kamis (11/12/2025).

Di tengah meningkatnya tuntutan global terhadap produk ramah lingkungan, Jawa Timur yang perekonomiannya ditopang 31,16 persen oleh sektor industri pengolahan perlu bergerak cepat. Transformasi ini tidak hanya soal menekan emisi, tetapi juga menyangkut keberlanjutan usaha, efisiensi biaya, hingga daya saing ekspor.

Kepala Bidang Pemberdayaan Industri Disperindag Jatim, Drs. Arif Khamzah, M.Si, menegaskan bahwa penerapan Standar Industri Hijau (SIH) merupakan strategi paling realistis untuk menjaga keberlanjutan industri.

“Industri Hijau memberikan arah jelas bagi perusahaan. Mulai efisiensi energi, penurunan emisi, sampai peningkatan daya saing pasar global. Transformasi ini bukan hanya kewajiban regulasi—tapi kebutuhan agar industri tetap hidup dan kompetitif,” ujarnya.

Arif menjelaskan, sejak 2023 pihaknya telah menggerakkan Forum Industri Hijau Jawa Timur sebagai ruang kolaborasi lintas sektor. Forum ini menjadi kanal penting untuk mempersiapkan pelaku industri menghadapi kebijakan internasional, seperti Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) Uni Eropa, persyaratan jejak karbon produk, hingga sistem perdagangan emisi nasional.

Dalam forum yang sama, SUN Energy menyampaikan komitmennya mendampingi pelaku industri bertransformasi menuju penggunaan energi bersih. Sejak beberapa tahun terakhir, perusahaan ini telah menyelesaikan lebih dari 40 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Jawa Timur, dengan total kapasitas lebih dari 40 MW.

Chief Sales Officer SUN Energy, Oky Gunawan, menilai Jawa Timur memiliki peluang besar menjadi episentrum industri hijau nasional.

“Industri di Jatim punya kesiapan dan kebutuhan nyata untuk menekan emisi. Kami hadir dengan solusi yang terukur dan sesuai standar SIH, agar transformasi energi bisa dilakukan tanpa mengganggu operasional,” katanya.

Kolaborasi antara Disperindag dan SUN Energy sudah mulai membuahkan hasil. Beberapa perusahaan besar di Jawa Timur tercatat memanfaatkan energi surya untuk menekan biaya operasional dan memenuhi standar lingkungan internasional.

PT Avia Avian Tbk mengintegrasikan PLTS untuk meningkatkan efisiensi energi sekaligus memenuhi tuntutan sertifikasi global.

PT Pakarti Riken Indonesia mengoperasikan PLTS berkapasitas 2,6 MW untuk memperkuat ketahanan energi dan menekan biaya produksi komponen otomotif.

Bagi Disperindag, capaian tersebut menjadi bukti bahwa SIH bukan sekadar aturan, melainkan instrumen nyata yang membantu industri meningkatkan produktivitas dan nilai tambah ekspor.

Sebagai pengembang energi surya sejak 2016, SUN Energy telah mengembangkan lebih dari 385 MWp proyek energi surya di Indonesia, Thailand, Vietnam, dan Australia. Melalui konsep Sustainability-as-a-Service, perusahaan ini menawarkan solusi yang mencakup: SUN Energy → energi surya untuk industri, SUN Terra → teknologi penyimpanan energi (ESS), SUN Mobility → infrastruktur kendaraan listrik industri, dan NIRA → teknologi daur ulang air

Solusi terintegrasi ini diharapkan membantu industri memenuhi standar SIH lebih cepat dan lebih mudah, sekaligus mendukung visi nasional menuju Net Zero Emission 2060.

Di akhir kegiatan, Disperindag menegaskan akan terus memperkuat pendampingan, edukasi, dan penyiapan kebijakan yang ramah industri. Kolaborasi dengan penyedia teknologi seperti SUN Energy dinilai menjadi kunci mempercepat kesiapan industri menghadapi pasar global yang semakin selektif terhadap produk rendah emisi.

Transformasi ini bukan hanya soal teknologi, tetapi tentang menjaga keberlangsungan industri Jatim sebagai salah satu tulang punggung ekonomi nasional.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network