Sejalan dengan itu, Ketua Umum SSB FC Maestro, Jovan Nathan Linelejan, menyampaikan bahwa kehadiran akademi ini dilandasi kepedulian terhadap masa depan sepak bola Kota Surabaya. Ia ingin anak-anak lokal memiliki wadah yang tepat untuk berkembang sebelum melangkah ke level yang lebih tinggi.
“SSB FC Maestro lahir untuk mengawal mimpi anak-anak Surabaya. Dengan pembinaan dari usia U-8 hingga U-15, kami ingin memastikan mereka memiliki fondasi yang kuat, baik secara teknik maupun mental,” kata Jovan.
Untuk mewujudkan visi tersebut, SSB FC Maestro didukung jajaran pelatih berpengalaman. Selain Sugeng Mujiono sebagai koordinator pelatih, ada Nurdi Hamsah yang khusus menangani kiper, serta Ahmad Farik yang fokus membina kelompok usia sesuai jenjangnya.
Dengan program latihan yang terstruktur dan lingkungan pembinaan yang positif, SSB FC Maestro optimistis dapat menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan sepak bola usia dini di Surabaya. Lebih dari sekadar sekolah sepak bola, FC Maestro ingin menjadi rumah belajar bagi anak-anak yang bermimpi mengenakan seragam kebanggaan di masa depan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
