SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Memasuki awal tahun 2026, Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) DPRD Jawa Timur langsung memasang target besar. Mereka menegaskan komitmen untuk mengawal arah kebijakan anggaran pemerintah daerah agar benar-benar berpihak pada rakyat kecil, terutama melalui program pemberdayaan masyarakat sebagai upaya nyata menekan angka kemiskinan.
Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Timur, Fauzan Fuadi, menyebut bahwa kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan kebijakan seremonial. Menurutnya, anggaran daerah harus menyentuh persoalan paling mendasar yang dihadapi warga sehari-hari.
“Resolusi Fraksi PKB di tahun 2026 adalah memastikan anggaran daerah diarahkan secara konsisten pada pemberdayaan masyarakat. Tujuannya jelas, menekan kemiskinan sekaligus meningkatkan kualitas hidup warga Jawa Timur,” ujar Fauzan, Selasa (1/1/2026).
Fauzan menjelaskan, Fraksi PKB menaruh perhatian besar pada tiga sektor krusial yang dinilai langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat, yakni kesehatan, pendidikan, dan lingkungan hidup.
Di sektor kesehatan, Fraksi PKB mendorong penguatan layanan yang merata dan mudah diakses, terutama bagi masyarakat kurang mampu. Akses layanan kesehatan yang cepat dan terjangkau dinilai menjadi kunci agar warga bisa tetap produktif dan terhindar dari beban biaya yang mencekik.
Sementara di bidang pendidikan, PKB menilai pemerataan akses dan peningkatan kualitas menjadi investasi jangka panjang untuk memutus mata rantai kemiskinan.
“Kesehatan dan pendidikan adalah kebutuhan dasar. Jawa Timur akan maju jika warganya sehat dan mendapatkan pendidikan yang layak dan merata,” tegas Fauzan yang juga menjabat Ketua DPC PKB Bojonegoro.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
