SAMPANG, iNewsSurabaya.id – Tidak semua orang yang sukses di perantauan masih mengingat tanah kelahirannya. Namun kisah H. Muhammad Yasin, pemuda asal Dusun Barlebar, Desa Madulang, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang, Madura, justru menjadi bukti bahwa kesuksesan bisa kembali berpihak pada desa.
Pengusaha besi tua yang kini menjalankan usahanya di Kecamatan Balungpanggang, Kabupaten Gresik itu mendadak menjadi sorotan publik setelah membangun jalan desa sepanjang enam kilometer menggunakan dana pribadi sebesar Rp2 miliar. Aksi tersebut viral di media sosial dan menuai pujian luas dari masyarakat.
Puluhan tahun lamanya, jalan penghubung di Desa Madulang berada dalam kondisi rusak parah. Aspal berlubang, becek saat hujan, dan berdebu saat kemarau menjadi pemandangan sehari-hari yang kerap menghambat aktivitas warga. Mulai dari distribusi hasil pertanian, akses pendidikan anak-anak, hingga layanan kesehatan, semua terdampak buruk oleh infrastruktur yang tak kunjung tersentuh pembangunan.
Aksi sosial Haji Muhammad Yasin membangun jalan desa di Sampang Madura sepanjang 6 km dengan dana pribadi Rp2 miliar viral di media sosial dan menuai pujian. Foto Surabaya.iNews.id/ist
Kondisi itulah yang mengetuk hati Haji Muhammad Yasin. Ia mengaku tak kuasa melihat kampung halamannya terus tertinggal, sementara dirinya telah diberi kelapangan rezeki di tanah rantau.
“Ini murni bentuk kepedulian dan nadzar pribadi saya. Jalan ini saya persembahkan untuk masyarakat desa,” ujar Haji Muhammad Yasin dengan nada rendah hati.
Kini, jalan yang dulu nyaris tak layak dilalui telah berubah menjadi jalur aspal mulus yang bisa dimanfaatkan masyarakat umum. Dampaknya pun langsung terasa, roda perekonomian warga bergerak lebih lancar dan mobilitas sehari-hari menjadi jauh lebih mudah.
Tak berhenti di situ, langkah Haji Muhammad Yasin juga menggugah hati para sahabat dan mitra kerjanya. Sejumlah tokoh seperti H. Sholeh, H. Dun Nur, H. Irul, serta PT Empat Putra berkomitmen untuk melanjutkan semangat tersebut. Dalam waktu dekat, mereka akan melakukan pengaspalan jalan di Dusun Bangmasarah, Kabupaten Sampang, dengan anggaran yang disiapkan mencapai Rp1 miliar.
Aksi nyata ini pun mendapat apresiasi dari Kapolres Sampang, AKBP Hartono S.Pd., M.M. Ia menilai apa yang dilakukan Haji Muhammad Yasin merupakan contoh konkret kepedulian sosial yang patut diteladani.
“Ini teladan yang sangat baik. Kepedulian terhadap daerah asal seperti ini memberi dampak besar bagi kesejahteraan masyarakat,” kata AKBP Hartono.
Sebagai bentuk rasa syukur, Haji Muhammad Yasin menggelar acara peresmian jalan yang dihadiri ratusan warga. Kegiatan berlangsung hangat dan penuh kebersamaan, diisi dengan jalan sehat, pembagian hadiah, serta berbagi rezeki kepada masyarakat sekitar.
Ia berharap, jalan yang telah dibangun ini bukan hanya memperlancar aktivitas warga, tetapi juga menjadi pemantik semangat kebersamaan.
“Mari kita jaga kekompakan dan gotong royong. Desa akan maju kalau semua saling peduli,” tuturnya.
Kisah Haji Muhammad Yasin menjadi pengingat bahwa pembangunan tidak selalu harus menunggu pemerintah. Ketika kepedulian dan keikhlasan bertemu, perubahan nyata pun bisa terwujud—berawal dari desa, untuk kesejahteraan bersama.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
