SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengambil langkah strategis. Lewat Program Pendidikan Kader Ulama (PKU), lembaga ini tak sekadar membuka beasiswa, tetapi menyiapkan generasi ulama muda dengan standar seleksi yang ketat dan berjenjang.
Program ini bukan untuk semua orang. Hanya mereka yang benar-benar memiliki fondasi keilmuan kuat dan komitmen kebangsaan yang bisa lolos.
Sekretaris Umum MUI Jawa Timur, M. Hasan Ubaidillah, yang akrab disapa Gus Ubaid, menegaskan bahwa kualitas menjadi prioritas utama.
“Standarnya memang kami buat cukup tinggi. Minimal harus hafal Al-Quran lima juz, bisa membaca dan memahami kitab kuning, serta memiliki kemampuan keagamaan yang baik,” ujar Gus Ubaid.
Program Pendidikan Kader Ulama MUI Jawa Timur membuka beasiswa penuh bagi 76 mahasiswa terpilih dengan syarat hafal 5 juz Al-Quran dan menguasai kitab kuning. Foto Surabaya.iNews.id/amin
Bagi sebagian mahasiswa, menghafal lima juz Al-Quran bukan perkara ringan. Namun bagi MUI Jatim, syarat ini adalah fondasi dasar.
Menurut Gus Ubaid, hafalan Al-Quran menunjukkan keseriusan calon kader dalam mendalami ilmu agama. Sementara kemampuan membaca kitab kuning menjadi indikator penting dalam memahami khazanah klasik Islam yang selama ini menjadi rujukan utama para ulama.
“Tidak cukup hanya akademik formal. Mereka juga harus menguasai kitab kuning dan punya dasar keilmuan pesantren,” tegasnya.
Standar ini sekaligus menjadi pembeda PKU MUI Jatim dari program beasiswa lainnya. Bukan sekadar bantuan pendidikan, tetapi proses kaderisasi ulama yang terstruktur.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
